Bagaimana Menulis Fiksi – Bernard Batubara ( @benzbara_ )
Ini merupakan catatanku di writing class pagi-siang tadi dan beberapa dari akun @WritingClass013 sebagai penggagas acara (:
Ini merupakan catatanku di writing class pagi-siang tadi dan beberapa dari akun @WritingClass013 sebagai penggagas acara (:
Untuk menulis fiksi ada beberapa elemen-elemen fiksi yang
harus dipenuhi, yaitu:
1.
IDE : ide itu ada di mana-mana.
-
write what you know
- write
what you want to know
2. TOKOH : dalam
membentuk tokoh, kita harus menciptakan manusia.
#LiveTweet:
- Misalnya, ada tokoh laki2 pemain basket, pintar, kaya, ganteng, baik hati, bertubuh atletis, sempurna. Itu bukan manusia, tidak manusiawi.
- Walaupun menulis cerita fiksi, tokoh harus realistis dan manusiawi.
#LiveTweet:
- Misalnya, ada tokoh laki2 pemain basket, pintar, kaya, ganteng, baik hati, bertubuh atletis, sempurna. Itu bukan manusia, tidak manusiawi.
- Walaupun menulis cerita fiksi, tokoh harus realistis dan manusiawi.
3. PLOT : alur cerita.
- awal | tengah | akhir (harus ada hubungan cerita di awal, tengah, dan akhir.)
- outline (kerangka)
Untuk cerpen, mungkin tidak apa-apa tidak ada kerangka, tapi untuk novel sangat dibutuhkan. Supaya cerita tidak melenceng kemana-mana. Sebagai patokan menulis.
- ada sebab dan akibat
- awal | tengah | akhir (harus ada hubungan cerita di awal, tengah, dan akhir.)
- outline (kerangka)
Untuk cerpen, mungkin tidak apa-apa tidak ada kerangka, tapi untuk novel sangat dibutuhkan. Supaya cerita tidak melenceng kemana-mana. Sebagai patokan menulis.
- ada sebab dan akibat
4. DIALOG : efektif
- jangan mengulang kata-kata dialog dengan narasi yang sudah ada.
- jangan menulis percakapan sehari-hari.
- hindari dialog dengan bahasa daerah, cukup beri keterangan saja.
- jangan mengulang kata-kata dialog dengan narasi yang sudah ada.
- jangan menulis percakapan sehari-hari.
- hindari dialog dengan bahasa daerah, cukup beri keterangan saja.
5. NARASI : Narasi digunakan
untuk menggambarkan peristiwa, isi pikiran dan perasaan tokoh, dan deskripsi
#LiveTweet
- peristiwa
- pikiran tokoh (show, don’t tell – ungkapan marah tidak harus di sampaikan dengan kata marah. Sedih juga tidak selalu berkaitan dengan air mata.)
- deskripsi (tokoh, emosi, dan tempat)
- peristiwa
- pikiran tokoh (show, don’t tell – ungkapan marah tidak harus di sampaikan dengan kata marah. Sedih juga tidak selalu berkaitan dengan air mata.)
- deskripsi (tokoh, emosi, dan tempat)
6. KONFLIK
- man to himself (inner)
- man to man (personal)
- man to society (externa)
- man to himself (inner)
- man to man (personal)
- man to society (externa)
7. POV (point of view) –
Sudut Pandang
- orang pertama (pencerita yang bercerita, menjadi ‘Aku’. kurangnya: tidak bisa menceritakan tokoh lain.)
- orang ketiga (pencerita seakan-akan menjadi Tuhan yang tahu.)
- orang kedua (jarang digunakan. Biasanya untuk surat.)
#LiveTweet : Jangan mencampur adukkan sudut pandang dalam satu cerita, karena itu akan membingungkan.
8. Setting : Waktu dan Tempat/Lokasi
#LiveTweet: Setting harus logis. Misalnya cerita pada tahun 1967, kemudian tokoh ceritanya sudah menggunakan Ipad. Itu tidak logis.
- orang pertama (pencerita yang bercerita, menjadi ‘Aku’. kurangnya: tidak bisa menceritakan tokoh lain.)
- orang ketiga (pencerita seakan-akan menjadi Tuhan yang tahu.)
- orang kedua (jarang digunakan. Biasanya untuk surat.)
#LiveTweet : Jangan mencampur adukkan sudut pandang dalam satu cerita, karena itu akan membingungkan.
8. Setting : Waktu dan Tempat/Lokasi
#LiveTweet: Setting harus logis. Misalnya cerita pada tahun 1967, kemudian tokoh ceritanya sudah menggunakan Ipad. Itu tidak logis.
* GENRE : jenis banyak genre
di dunia tulis. Genre sendiri untuk menjelaskan jenis dari cerita-cerita.
Poin- poin di atas merupakan
elemen-elemen fiksi yang di sampaikan kak Bara. Dari presentasi juga
disampaikan beberapa hal lainnya, simak!
*Menulis cepat, menulis
buruk
- Jangan menulis sambil menyensor. Tulis saja semua yang ada di pikiran kamu.
- WRITE FIRST, EDIT LATER!!
- Jangan menulis sambil menyensor. Tulis saja semua yang ada di pikiran kamu.
- WRITE FIRST, EDIT LATER!!
*Inspirasi : ADA DI MANA
SAJA. Untuk menemukan inspirasi, harus banyak referensi dan riset.
REFERENSI = BACA
REFERENSI = BACA
*Untuk menjadi penulis tidak
ada rahasia, yang ada:
- Komitmen
- Konsisten
- Latihan
- Baca! Baca! Baca!
- Tulis! Tulis! Tulis!
- Komitmen
- Konsisten
- Latihan
- Baca! Baca! Baca!
- Tulis! Tulis! Tulis!
#LiveTweet:
- Dalam menulis, harus berkomitmen dan konsisten. Jadi kita akan lebih tekun menulis.
- Jangan bilang, "aku sibuk kuliah" "ga sempet nulis", semua penulis di dunia punya waktu yang sama dengan kalian.
- Jika kalian sudah mencintai sesuatu, kalian akan melakukan apapun untuk itu.
- Dalam menulis, harus berkomitmen dan konsisten. Jadi kita akan lebih tekun menulis.
- Jangan bilang, "aku sibuk kuliah" "ga sempet nulis", semua penulis di dunia punya waktu yang sama dengan kalian.
- Jika kalian sudah mencintai sesuatu, kalian akan melakukan apapun untuk itu.
Selanjutnya, kak Bara
memberi tantangan dengan konsep Strategi Tiga Kata. Botol, kacamata, dan bunga.
Tiga kata yang dipilih peserta dan peserta harus membuat cerita singkat dari
tiga kata tersebut. Tiga kata tersebut harus digambarkan semuanya, mempunyai
peranan yang sangat penting dalam cerita. Kita di beri waktu 15 menit.. ayo
menulis dan bercerita.
Sekian hasil catatanku dari writing class dengan pembicara kak Bara.
Keren banget acaranya! (:
Semoga bermanfaat....
Semoga bermanfaat....