Tidak banyak ide yang ada di
kepalaku sekarang, aku hanya ingin menulis. Alasannya? Aku sudah lama sekali
tidak menulis dan aku rindu. Aku juga rindu sekali membaca, alhasil buku yang
ada di rak pasti aku baca secara acak saja. Aku ingin menceritakan diriku saja
kali ini.
Aku terlahir di dunia yang penuh
kerinduan ini 19 tahun yang lalu. Terlahir dari keluarga yang cukup dan
sederhana. Aku anak ketiga dari empat bersaudara, dua laki-laki dan dua
perempuan. Kakak laki-lakiku sudah berpulang saat aku berumur sekitar satu
tahun dan umur adikku saat itu adalah 1 bulan. Saat kecil, aku terbilang tomboy
dan nakal. Teman-teman sepermainanku saja sering menangis olehku.
Aku mulai bersekolah sekitar umur
4,5 tahunan, masuk Taman Kanak-Kanak (TK). Sudah banyak terlupakan olehku saat masa
itu. Aku masih tergolong anak yang nakal. Aku ingat, pagi sekali aku sudah
datang ke sekolah dan bermain di lapanga, sedangkan malam sebelumnya turun
hujan. Semua permainan di lapangan, basah. Alhasil, sebelum bel masuk berbunyi,
bajuku sudah kotor dan basah. Dasar anak nakal, kalau aku mengingatnya.
Setelah lulus dari TK, aku mulai
memasuki sekolah dasar (SD). Dulu, saat aku bersekolah di sana, SDku berganti
nama sebanyak dua kali. Saat masuk sekolah namanya SD Negeri (SDN) 96, kemudian
saat kenaikan kelas 3, berganti nama SDN 255, dan terakhir menjadi SDN 204. Aku
lupa kapan pergantian terakhir nama SDku. Banyak macam hal dan jenis
teman-teman yang lucu, asyik, gila, dan semuanya di kala itu. Aku yang tomboy, punya banyak teman laki-laki tapi
banyak juga teman perempuannya. Masa yang merindukan sekali. Aku jadi punya
banyak sekali teman-teman. Beberapa teman masih tetap berhubungan sampai saat
ini. Ah.. senangnya..
Kemudian, aku melanjutkan
pendidikan sekolah menengah pertama (SMP) di SMP Negeri 8. Aku pikir, ini
adalah ujian masuk pertamaku. Di sini, aku mengikuti ekstrakurikuler Pramuka. Sebenenarnya
aku ingin melanjutkan kegiatanku yang sudah aku lakukan sejak SD. Sampai sekarang
pun, aku masih suka mampir ke SMP dan Pramuka kalau sedang pulang. Sudah
menjadi bagian dari hidupku, aku pikir. Lebay ya? Nah! Di kala SMP ini juga
banyaaaaaaaaaaaaaakkk banget hal-hal yang menyenangkan. Zamannya anak alay,
ah.. apapun itu namanya, aku pernah merasakannya.
Senang dan bahagia saat
mengenangnya saat aku menuliskannya. Sampai sekarang, aku dan teman-teman tetap
berhubungan baik. Apalagi teman-temanku kelas 9.4. Ah.. kangen kalian. Ada lagi
yang paling aku rindu, Lulu. Teman pertamaku dulu waktu SMP dan satu lagi
Adventy namanya. Sayang, kelas 2 Adventy pindah. Ahh.. rindu kalian!! Ah ya,
satu momen yang tidak boleh dilewatkan saat pulang adalah bertemu Lulu. Entah kenapa,
kita harus dan pasti bertemu walaupun waktunya sebentar doang. See you later! Guru-guru masa SMP juga
gokil sih yaa.. dari yang perhatian banget ada, cuek juga ada, dan cerewet pun
juga ada. Hehehe.. terima kasih SMPku tercinta. <3
Nah, selanjutnya aku meneruskan
sekolah menengah atas (SMA) di sekolah swasta. SMA Kusuma Bangsa (Kumbang). Sebenarnya,
aku lebih minat untuk masuk ke SMA Negeri tapi mungkin bukan jodoh ya. Aku masuk
dan menjadi angkatan 2009. SMAku ini berdiri di bawah yayasan. Terdiri dari SMA
dan SMP Kumbang. Sebelum aku masuk, aku tidak banyak tahu tentang Kumbang ini.
Saat aku sudah masuk menjadi
salah satu murid di SMAku, aku belum lulus dari SMP dan memang saat itu ujian
akhir dan nasional belum dilaksanakan. Teman-temanku masih sibuk mengurus dan
memikirkan akan masuk kemana setelah selesai dari SMP. Aku? sudah nyaman duduk
memperhatikan dan membantu teman-temanku mengisi form ini itu yang disediakan
dari pihak sekolah. Aku sudah lupa form apa itu.
Melanjutkan ke SMA ini banyak
sekali ujiannya, gagal masuk SMA Negeri, murung satu minggu gara-gara
permintaan untuk melanjutkan ke luar kota ditolak, dan banyak lagi. Akhirnya bujukan
mama-papa melalui kakakku berhasil setelah satu minggu dibujuk terus menerus olehnya.
Sebenarnya ada rasa malu dan kecewa saat itu yang menyebabkan aku murung dan
menolak. Saat itu, aku berada satu tingkat yang sama dengan adikku. Bukan masalah
satu tingkat yang sama, tapi perhatian mereka yang banyak padanya. Aku dan
adikku, sebelumnya tes di SMA yang sama. Hasilnya, dia lulus dan aku tidak. Orang
tuaku sesegera mungkin mengurus semua keperluan masuk adikku, sedangkan aku
hanya melalui kakakku saja saat itu. Itu salah satu yang tidak aku ingin ingat
sebenarnya, tapi yasudahlah. Hanya masa lalu yang menyebalkan.
SMA Kumbang, salah satu SMA
swasta terbaik di kotaku. Sekolah dengan fasilitas yang sangat memadai, dari
fasilitas olahraga, laboratorium, kelas yang efektif, guru yang banyak dan
berkualitas, dan semuanya. Bangga juga ternyata menjadi salah satu lulusan dari
sana. Saat sekolah dulu, ada banyak hal-hal baru. Ada English Day, hari Batik, berpakaian bebas, teman-teman dengan agama
yang berbeda, dan lain-lain lagi yang menyenangkan. Upacara bendera adalah
salah satu hal yang langka di sekolahku ini. Untuk upacara satu kali dalam
sebulan saja adalah hal yang hebat sekali menurutku. Aku juga tidak mengerti
sebenarnya, cukup aneh memang tapi kita sudah terbiasa tanpa upacara. Hari yang
paling aku tunggu adalah hari jumat minggu terakhir dalam bulan itu. Kenapa? Kita
diwajibkan pakai baju bebas (berkerah dan tetap pakai sepatu). Aku sekolah
hanya sampai hari jum’at saja. Ah ya! Walaupun satu sekolah terdiri dari banyak
agama, kami tetap menjaga toleransi satu sama lain. Senang juga kalau sedang
sharing agama yang non muslim dan kita saling menghormati.
SMA, masa yang bermula dari
sekitar 4 tahun lalu itu memang sangat menyenangkan. Kalaupun ditulis semua,
aku sampai bosan sendiri. Masa yang memang merindukan. Terima kasih guru,
teman-teman, dan semuanya.
Nah! Sekarang aku sedang di
semester 3 di sebuah universitas swasta di Yogyakarta. Kota impianku sejak SMP.
Aku yang terbilang nekat dari teman-teman dan saudara-saudaraku. Aku memutuskan
untuk merantau, tinggal jauh dari orang tua dan keluarga. Sebelumnya, memang
banyak halang dan rintang, tapi karena restu dan ridho orang tualah aku tetap
berangkat meninggalkan kotaku.
Universitas Islam Indonesia
(UII), universitas pilihan orang tuaku dan jurusan Teknik Kimia pilihanku. Di sinilah
aku sekarang, sedang melanjutkan pendidikan Strata 1 untuk mendapat gelar
sarjana teknik. Hal yang aku impikan dari dulu, entah kenapa. Setelah gagal 2
kali untuk masuk universitas negeri, memang sedikit menyurutkan semangatku
untuk melanjutkan kuliah di kota impianku ini. Adanya pilihan untuk melanjutkan
di tahun berikutnya (2013) pun terlontar dari orang tuaku. Aku yang sedang jauh
dari orang tua pun memikirkan dengan sangat keras untuk keputusan apa yang
harus kuambil. UII pun menjadi pilihanku selanjutnya. Kampus nasional pertama
di Indonesia, dibangun karena kegigihan para tokoh nasional untuk membangun
kampus yang berasal dari warga negara asli Indonesia.
Terhitung sejak 29 September
2012, aku resmi mengikuti kuliah perdanaku. Baju putih, rok hitam, dan jilbab
putih menjadi pakaian pertamaku saat aku mengikuti kuliah perdana. Aku dikenalkan
banyak hal dan belajar mandiri sekali. Aku mulai mengekos dan mengurus diriku
sendiri. Walaupun sampai saat ini masih sering kewalahan dan aku selalu berdo’a
untuk selalu menjadi baik setiap harinya.
Sekarang, aku sudah mulai ujian
tengah semester ganjil. Baru 4 mata kuliah dan itu sudah membuat was-was dengan
nilai akhir nanti. Was-was dan kekhawatiran itu tidak banyak aku pikirkan,
kenapa? Aku takut, aku stres dan sakit lagi. Jadi, aku tidak lagi memikirkan
hal-hal yang berbau negatif sekarang. Aku ikhlaskan saja, tidak banyak
memikirkannya.
Aku pikir aku sudah selesai. Ah ya!
Aku memikirkan satu hal, kegiatan yang aku ikuti di kampus. Aku mengikuti ospek
kampus dan fakultas saat pertama kali. Aku juga mengikuti makrab jurusan dan satu
lembaga khusus (LK) di fakultasku, Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Profesi. Setelah
mengikuti magang sekitar 6 bulan, aku resmi menjadi pengurus LPM. Aku menjadi
salah satu staf jaringan kerja.
Aku hanya ingin berbagi ceritaku
hari ini. Ada banyak hal dan orang yang aku rindukan. Semoga bertemu pulang,
itulah do’aku.
#1
Bertemu untuk pulang..
Pergi untuk pulang kembali..
Aku tidak benar-benar pergi..
Aku hanya rindu untuk pulang dan pergi..
#2
Tentang masa lalu..
Tentang aku dan kamu..
Aku dan kamu yang menjadi kita..
Tidak selamanya akan bersama..
Tidak selamanya akan berjumpa..
Selamanya kita hanya mengingat..
Masa lalu yang kita ukir bersama..
Masa depan yang akan kita tentukan..
“Ada kita yang merencanakan dan
Tuhan yang akan menentukan.....”