15 November 2013

Aku dan Banyak Tentangku




Tidak banyak ide yang ada di kepalaku sekarang, aku hanya ingin menulis. Alasannya? Aku sudah lama sekali tidak menulis dan aku rindu. Aku juga rindu sekali membaca, alhasil buku yang ada di rak pasti aku baca secara acak saja. Aku ingin menceritakan diriku saja kali ini.

Aku terlahir di dunia yang penuh kerinduan ini 19 tahun yang lalu. Terlahir dari keluarga yang cukup dan sederhana. Aku anak ketiga dari empat bersaudara, dua laki-laki dan dua perempuan. Kakak laki-lakiku sudah berpulang saat aku berumur sekitar satu tahun dan umur adikku saat itu adalah 1 bulan. Saat kecil, aku terbilang tomboy dan nakal. Teman-teman sepermainanku saja sering menangis olehku. 

Aku mulai bersekolah sekitar umur 4,5 tahunan, masuk Taman Kanak-Kanak (TK). Sudah banyak terlupakan olehku saat masa itu. Aku masih tergolong anak yang nakal. Aku ingat, pagi sekali aku sudah datang ke sekolah dan bermain di lapanga, sedangkan malam sebelumnya turun hujan. Semua permainan di lapangan, basah. Alhasil, sebelum bel masuk berbunyi, bajuku sudah kotor dan basah. Dasar anak nakal, kalau aku mengingatnya.

Setelah lulus dari TK, aku mulai memasuki sekolah dasar (SD). Dulu, saat aku bersekolah di sana, SDku berganti nama sebanyak dua kali. Saat masuk sekolah namanya SD Negeri (SDN) 96, kemudian saat kenaikan kelas 3, berganti nama SDN 255, dan terakhir menjadi SDN 204. Aku lupa kapan pergantian terakhir nama SDku. Banyak macam hal dan jenis teman-teman yang lucu, asyik, gila, dan semuanya di kala itu. Aku yang  tomboy, punya banyak teman laki-laki tapi banyak juga teman perempuannya. Masa yang merindukan sekali. Aku jadi punya banyak sekali teman-teman. Beberapa teman masih tetap berhubungan sampai saat ini. Ah.. senangnya..

Kemudian, aku melanjutkan pendidikan sekolah menengah pertama (SMP) di SMP Negeri 8. Aku pikir, ini adalah ujian masuk pertamaku. Di sini, aku mengikuti ekstrakurikuler Pramuka. Sebenenarnya aku ingin melanjutkan kegiatanku yang sudah aku lakukan sejak SD. Sampai sekarang pun, aku masih suka mampir ke SMP dan Pramuka kalau sedang pulang. Sudah menjadi bagian dari hidupku, aku pikir. Lebay ya? Nah! Di kala SMP ini juga banyaaaaaaaaaaaaaakkk banget hal-hal yang menyenangkan. Zamannya anak alay, ah.. apapun itu namanya, aku pernah merasakannya. 

Senang dan bahagia saat mengenangnya saat aku menuliskannya. Sampai sekarang, aku dan teman-teman tetap berhubungan baik. Apalagi teman-temanku kelas 9.4. Ah.. kangen kalian. Ada lagi yang paling aku rindu, Lulu. Teman pertamaku dulu waktu SMP dan satu lagi Adventy namanya. Sayang, kelas 2 Adventy pindah. Ahh.. rindu kalian!! Ah ya, satu momen yang tidak boleh dilewatkan saat pulang adalah bertemu Lulu. Entah kenapa, kita harus dan pasti bertemu walaupun waktunya sebentar doang. See you later! Guru-guru masa SMP juga gokil sih yaa.. dari yang perhatian banget ada, cuek juga ada, dan cerewet pun juga ada. Hehehe.. terima kasih SMPku tercinta. <3

Nah, selanjutnya aku meneruskan sekolah menengah atas (SMA) di sekolah swasta. SMA Kusuma Bangsa (Kumbang). Sebenarnya, aku lebih minat untuk masuk ke SMA Negeri tapi mungkin bukan jodoh ya. Aku masuk dan menjadi angkatan 2009. SMAku ini berdiri di bawah yayasan. Terdiri dari SMA dan SMP Kumbang. Sebelum aku masuk, aku tidak banyak tahu tentang Kumbang ini. 

Saat aku sudah masuk menjadi salah satu murid di SMAku, aku belum lulus dari SMP dan memang saat itu ujian akhir dan nasional belum dilaksanakan. Teman-temanku masih sibuk mengurus dan memikirkan akan masuk kemana setelah selesai dari SMP. Aku? sudah nyaman duduk memperhatikan dan membantu teman-temanku mengisi form ini itu yang disediakan dari pihak sekolah. Aku sudah lupa form apa itu.

Melanjutkan ke SMA ini banyak sekali ujiannya, gagal masuk SMA Negeri, murung satu minggu gara-gara permintaan untuk melanjutkan ke luar kota ditolak, dan banyak lagi. Akhirnya bujukan mama-papa melalui kakakku berhasil setelah satu minggu dibujuk terus menerus olehnya. Sebenarnya ada rasa malu dan kecewa saat itu yang menyebabkan aku murung dan menolak. Saat itu, aku berada satu tingkat yang sama dengan adikku. Bukan masalah satu tingkat yang sama, tapi perhatian mereka yang banyak padanya. Aku dan adikku, sebelumnya tes di SMA yang sama. Hasilnya, dia lulus dan aku tidak. Orang tuaku sesegera mungkin mengurus semua keperluan masuk adikku, sedangkan aku hanya melalui kakakku saja saat itu. Itu salah satu yang tidak aku ingin ingat sebenarnya, tapi yasudahlah. Hanya masa lalu yang menyebalkan. 

SMA Kumbang, salah satu SMA swasta terbaik di kotaku. Sekolah dengan fasilitas yang sangat memadai, dari fasilitas olahraga, laboratorium, kelas yang efektif, guru yang banyak dan berkualitas, dan semuanya. Bangga juga ternyata menjadi salah satu lulusan dari sana. Saat sekolah dulu, ada banyak hal-hal baru. Ada English Day, hari Batik, berpakaian bebas, teman-teman dengan agama yang berbeda, dan lain-lain lagi yang menyenangkan. Upacara bendera adalah salah satu hal yang langka di sekolahku ini. Untuk upacara satu kali dalam sebulan saja adalah hal yang hebat sekali menurutku. Aku juga tidak mengerti sebenarnya, cukup aneh memang tapi kita sudah terbiasa tanpa upacara. Hari yang paling aku tunggu adalah hari jumat minggu terakhir dalam bulan itu. Kenapa? Kita diwajibkan pakai baju bebas (berkerah dan tetap pakai sepatu). Aku sekolah hanya sampai hari jum’at saja. Ah ya! Walaupun satu sekolah terdiri dari banyak agama, kami tetap menjaga toleransi satu sama lain. Senang juga kalau sedang sharing agama yang non muslim dan kita saling menghormati. 

SMA, masa yang bermula dari sekitar 4 tahun lalu itu memang sangat menyenangkan. Kalaupun ditulis semua, aku sampai bosan sendiri. Masa yang memang merindukan. Terima kasih guru, teman-teman, dan semuanya. 

Nah! Sekarang aku sedang di semester 3 di sebuah universitas swasta di Yogyakarta. Kota impianku sejak SMP. Aku yang terbilang nekat dari teman-teman dan saudara-saudaraku. Aku memutuskan untuk merantau, tinggal jauh dari orang tua dan keluarga. Sebelumnya, memang banyak halang dan rintang, tapi karena restu dan ridho orang tualah aku tetap berangkat meninggalkan kotaku.

Universitas Islam Indonesia (UII), universitas pilihan orang tuaku dan jurusan Teknik Kimia pilihanku. Di sinilah aku sekarang, sedang melanjutkan pendidikan Strata 1 untuk mendapat gelar sarjana teknik. Hal yang aku impikan dari dulu, entah kenapa. Setelah gagal 2 kali untuk masuk universitas negeri, memang sedikit menyurutkan semangatku untuk melanjutkan kuliah di kota impianku ini. Adanya pilihan untuk melanjutkan di tahun berikutnya (2013) pun terlontar dari orang tuaku. Aku yang sedang jauh dari orang tua pun memikirkan dengan sangat keras untuk keputusan apa yang harus kuambil. UII pun menjadi pilihanku selanjutnya. Kampus nasional pertama di Indonesia, dibangun karena kegigihan para tokoh nasional untuk membangun kampus yang berasal dari warga negara asli Indonesia.

Terhitung sejak 29 September 2012, aku resmi mengikuti kuliah perdanaku. Baju putih, rok hitam, dan jilbab putih menjadi pakaian pertamaku saat aku mengikuti kuliah perdana. Aku dikenalkan banyak hal dan belajar mandiri sekali. Aku mulai mengekos dan mengurus diriku sendiri. Walaupun sampai saat ini masih sering kewalahan dan aku selalu berdo’a untuk selalu menjadi baik setiap harinya. 

Sekarang, aku sudah mulai ujian tengah semester ganjil. Baru 4 mata kuliah dan itu sudah membuat was-was dengan nilai akhir nanti. Was-was dan kekhawatiran itu tidak banyak aku pikirkan, kenapa? Aku takut, aku stres dan sakit lagi. Jadi, aku tidak lagi memikirkan hal-hal yang berbau negatif sekarang. Aku ikhlaskan saja, tidak banyak memikirkannya. 

Aku pikir aku sudah selesai. Ah ya! Aku memikirkan satu hal, kegiatan yang aku ikuti di kampus. Aku mengikuti ospek kampus dan fakultas saat pertama kali. Aku juga mengikuti makrab jurusan dan satu lembaga khusus (LK) di fakultasku, Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Profesi. Setelah mengikuti magang sekitar 6 bulan, aku resmi menjadi pengurus LPM. Aku menjadi salah satu staf jaringan kerja. 

Aku hanya ingin berbagi ceritaku hari ini. Ada banyak hal dan orang yang aku rindukan. Semoga bertemu pulang, itulah do’aku. 

#1
Bertemu untuk pulang..
Pergi untuk pulang kembali..
Aku tidak benar-benar pergi..
Aku hanya rindu untuk pulang dan pergi..

#2
Tentang masa lalu..
Tentang aku dan kamu..
Aku dan kamu yang menjadi kita..
Tidak selamanya akan bersama..
Tidak selamanya akan berjumpa..
Selamanya kita hanya mengingat..
Masa lalu yang kita ukir bersama..
Masa depan yang akan kita tentukan..

“Ada kita yang merencanakan dan Tuhan yang akan menentukan.....”

4 November 2013

ft. Nona Senja (Fiersa Besari)

Saat ini, aku semakin lemah. Lemah digerogoti banyak hal. Masalah yang aku buat sendiri dan masih bingung akan menyelesaikannya dari mana. Entah sisi yang satu atau sisi lainnya. Butuh banyak harapan dan timbul tenggelam masa lalu yang terkadang kelam.
Hai! Pagi ini aku terbangun dengan kepala yang sungguh berat, tidak seperti biasanya. Aku cukup menyerah, tapi aku coba untuk bangun. 
Apa kabarmu? Aku ingin melihat senyummu dan tawamu. Aku berharap kau baik-baik saja.
Kemudian badanku mulai menolak beraktivitas lebih. Lelah menemani kemauanku yang banyak. Ha? tumben sekali ya? memang. Sekarang saja, aku harus berkutat dengan jadwal ujian selanjutnya dan aktivitas lainnya. Aku tersenyum menuliskan ini. Aku cukup merasa bodoh dengan untuk tulisan ini. Apa yang aku lakukan? Aku sedang menyerah dan tenggelam ke dunia sebenarnya. Mengakui dan melakukan banyak hal.

Itu saja aku pikir.