26 Juli 2012

Start of My Life


Oke, kali ini mau share tentang perjalanan perjuanganku yang baru di mulai ini J
Pagi itu, aku ingat. Aku memutuskan untuk menelpon orang tuaku untuk memastikan ikut tes kuliah selanjutnya atau tidak. Sebelumnya aku mengumpulkan tentang info kampus tersebut. Mulai dari jadwal tes, materi, biaya, jalur registrasi, dsb. Setelah lengkap, aku kirim ke email kakakku dan memintanya untuk menyampaikan ke orang tuaku. Hasil dari telepon itu adalah mamaku belum bisa memutuskan secara pasti aku ikut atau tidak karena satu hal. Aku yang kala itu sudah memantapan untuk ikut tes dan memilih program studi, langsung down sesaat. Entah, gak ada pikiran apapun saat itu. Aku bingung.
Kebingungan itu membimbingku untuk mengetik deretan kata-kata yang mengutarakan isi hati seorang anak manusia ini ke satu nama. SMS terkirim. Cukup lama menanti jawaban sms itu tapi akhirnya mendapat jawaban juga dengan adanya telpon masuk darinya. Aku kembali menceritakan semuanya, mulai dari apa kata mama, maunya aku gimana, pengutaraan idenya yang di setujui sama mama, dan semuanya. Setelah itu, aku hanya menyiapkan hati dan telingaku untuk mendengar apa yang di katakannya. Gak ada banyak kata yang aku ucapkan saat dia bicara panjang lebar menjelaskan mana yang baik buatku. Saran baiknya memang membuat aku untuk berpikir lebih matang lagi dan tak sadar air mata jatuh. Pembicaraan selama kurang lebih 15 menit itu sudah membuatku belajar. Belajar banyak. Hei ! kamu hebat !.
Aku memilih untuk ikut tes itu. Bukan maksudku tidak menghargai saran baiknya tapi dia memberikan kesempatan untuk aku memilih. Memilih, mana yang sesuai hatiku. Aku memberitahukan pilihanku, tanpa respon. But I know, he surely supports my decision.
Siangnya, aku mendapat undangan dari ibu korwil Jogja untuk buka puasa bersama di rumahnya. Aku langsung mengiyakan tanpa pikir panjang. Sore pun datang, aku dijemput dan langsung meluncur ke tujuan. Yang lain dateng hampir mendekati magrib.
Saatnya berbuka… Oke , aku selalu suka dengan kebersamaan ini. Mereka hebat. Disela-sela makan malam beberapa ada yang bertanya soal kelanjutan kuliahku, mau tes dimana lagi tapi ada juga yang nanya kapan aku pulang. Hmm. Pokoknya seneng kalo rame gini ^__^v. Saatnya teraweh. Kita terawehan masjid deket rumah bu korwil. Tidak banyak cerita selama menuju masjid karena kita udah telat. Hehe. Barulah pulangnya, satu orang yang awalnya tidak banyak bertanya, bertanya ini itu tentang urusan kuliahku. Dia udah kuanggap kakakku sendiri so ngobrolnya lebih enak ya walaupun terkadang dia sampe repot kayaknya nanggepin aku. Akhirnya obrolan kuliah berlanjut dari masjid sampe pulang kerumah dan di selingi yang obrolan bisnis, dll.
Pulang kerumah masing-masing. Lagi-lagi, aku merepotkan dia lagi. Hehe. Makasi tumpangan dan sarannya kakak! Oh iya, keputusan untuk tes itu berdasarkan persetujuan orang tuaku. Malam itu, tidur cukup nyenyak. Saatnya sahur. Selesai sahur, aku sampaikan niatku untuk tes pada hari rabu pagi eh ternyata mbakku salah tanggap dan akhirnya aku tes selasa pagi. Tanpa belajar, modal nekat sebenernya.
Siap-siap. Setelah semua berkas yang diperlukan beres, langsung meluncur ke tempat tes. Kampus terpadu UII Jl.Kaliurang Km.14,5 . FYI: rumahku di selatan sedangkan UII itu di utara. Cukup jauh. Banget malah. Gak apa, demi kuliah dan membanggakan orang tua. Sesampainya di sana, Gedung Rektorat UII, daftar tes terus di suruh mengantri giliran tes. Cukup lama. Sekitar jam setengah 11 siang, giliranku tes bersama yang lainnya.
Masuk ruangan, key-in data, log in lagi dan 100 menit untuk 100 soal menungguku untuk menyelesaikannya.
Materi soal : Agama Islam, Bahasa Inggris, Matematika dan Aritmatika, dan Penalaran (TPA). Masing-masing 25 soal. Yup, soal yang buat mengantuk. Haha. Agak parah untuk tes kali ini.
90 menit berlalu.
95 menit berlalu.
98 menit berlalu. Mulai deg-degan. Rencana mau review soal yang pertama-tama tapi pegang mouse aja udah gemeteran gak jelas.
99 menit.
1 menit lagi. Alhasil, Cuma ngitung mundur deh. 10,9,8,7,6,5,4,3,2,1. Keluar kotak pesan yang berisi :
“Waktu anda telah habis, silahkan klik tombol “OK” dibawah ini untuk melihat hasilnya.”
 Klik tombol OK.
Bismillah….. *sambil nutup mata*. Keluar deretan kata.
Selamat anda di terima di Fakultas Teknik Industri, Program Studi Teknik Kimia dengan biaya XXXXXX.”
[isi pesan kira-kira seperti itu].
Alhamdulillah….
Menghadap petugas dan di suruh minta cetak hasilnya di ruang tes depan. Pengen jingkrak-jingkrak tapi malu, alhasil menuju keruangan yang dituju sambil hamdalah terus dan gemeteran gak jelas. Hahaha, disini keliatan katrok banget dah. Di ujung jalan, mbakku sudah menunggu dan aku memberi isyarat kalo di terima di pilihan kedua. J Selesai menghadap petugasnya, aku mendapat berkas-berkas yang aku perlukan untuk registrasi selanjutnya lalu meninggalkan ruangan dan bertemu mbakku. Alhamdulillah ….
Setelah menelpon orang tua mengabarkan aku lulus, orang pertama setelah mereka adalah satu nama tadi. Cuma dia yang terpikir saat itu. Nelpon sampe gemeteran dan aku mengabarkan semuanya. Dan responnya adalah dia gak percaya kalo aku masuk K ohh. Setelah meyakinkannya berkali-kali akhirnya dia yakin dan nanya apa perasaanku setelah dapet jawabannya. Hei Abang ! makasi ya J I want to meet you. If I have a time, I will visit you. J
Aku pikir ini adalah awal dari masa depanku. J terima kasih atas do’a dan dukungannya buat kakak-kakak hebatku. Susah untuk berucap lagi. I LOVE YOU GUYS !! :D 


J adalah :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar