Reiny Handayani Paulus - FTI - 12521099
Istilah
ospek sudah sangat sering sekali kita dengar untuk mahasiswa baru. Ospek yang
terkenal dengan peploncoan, penyiksaan, dsb. Tapi tidak di universitas dimana
aku akan mengemban pendidikan selanjutnya. Universitas Islam Indonesia (UII) . Universitas
ini tidak mengenal dengan hal seperti itu, yang ada hanya Pesona Ta’aruf
(PESTA) dan Pesona Dunia Kampus dengan Ta’aruf (PDKT). PESTA di laksanakan
tingkat universitas, dimana semua mahasiswa dan mahasiswi baru atau yang lebih
sering disebut MABA dan MIBA dari semua fakultas berkumpul untuk mengikuti
pengenalan UII lebih luas sedangkan PDKT khusus di laksanakan untuk pengenalan
dunia kampus Fakultas Teknologi Industri (FTI).
29
Agustus 2012 jam 07.00 di Auditorium Kahar Mudzakkir UII semua MABA dan MIBA di
kumpulkan untuk pelaksanaan kuliah perdana dengan pakaian khusus yang telah di
tentukan. Di sini, aku mulai mengenal banyak teman. Ada yang dari Teknik Sipil,
Psikologi, dsb. Alhamdulillah. Di kuliah perdana ini, aku juga lebih banyak tau
lagi tentang UII dan yang paling mengejutkan adalah orang-orang hebat di
Indonesia kebanyakan adalah lulusan kampus ini. Sebut saja Bapak Mahfud MD yang
merupakan Ketua Mahkamah Kontintusi RI.
UII
merupakan tempat ketiga setelah gagal dalam 2 tes universitas negeri. Tidak
pernah terpikir, aku akan melanjutkan kuliah di sini. Tapi aku tidak pernah
menyesal aku sudah menjadi mahasiswa UII. Aku malah sangat bersyukur karena
kegagalan-kegagalan yang aku dapatkan sebelumnya telah mengajarkan aku untuk
lebih bersabar dan berjuang untuk menggapai impianku. Awalnya, memang tidak
terpikir untuk masuk ke Teknik Kimia UII, tapi setelah tau ada apa Teknik Kimia
di UII, aku mulai beradaptasi dengan perasaan yakin kalau ini tempat yang
paling tepat. Bukan hanya dari universitas saja yang memberikan banyak
kesempatan untuk ikut berorganisasi, tapi dari fakultas pun juga memberikan
banyak kesempatan. Organisasi. Ya! Aku yang mulai ingin tahu ini-itu pun merasa
mendapat sebuah penghargaan dari UII karena kesempatan yang ada. Tidak pernah
terpikir lagi kalau aku masuk ke kampus yang salah. There is a good campus.
Universitas
ini juga merupakan universitas nasional pertama yang di bangun di Indonesia.
Kenapa universitas nasional pertama? Karena kampus ini memang di bangun oleh
orang-orang hebat asli Indonesia tidak seperti kampus-kampus lain yang
kebanyakan merupakan bangunan peninggalan penjajah. Siapa yang tidak bersyukur menjadi bagian dari
UII ?
Aku Reiny, aku bangga sudah menjadi mahasiswa dari
Universitas Islam Indonesia. Hidup UII! Aku cinta UII! Aku cinta FTI UII! Hidup
Mahasiswa!
semangaddd ^_^ do the best
BalasHapusTapi aku tidak pernah menyesal aku sudah menjadi mahasiswa UII. Aku malah sangat bersyukur karena kegagalan-kegagalan yang aku dapatkan sebelumnya telah mengajarkan aku untuk lebih bersabar dan berjuang untuk menggapai impianku : ini yg paling aku suka :)
BalasHapuskritiknya, penulisannya masih ada kata-kata non baku, ex: tau, seharusnya tahu :) , terus kata kerja itu imbuhannya disambung : di bangun, seharusnya dibangun.
dari UII ? tanda tanya nya harusnya ngga berjarak : dari UII?
aku bangga sudah menjadi mahasiswa dari Universitas Islam Indonesia, mungkin seharusnya : Aku bangga menjadi mahasiswa Universitas Islam Indonesia, atau Aku bangga sudah menjadi bagian dari Universitas Islam Indonesia.
kalimat2 awalnya terlalu pendek, dek, tanggung :)
maaf ya.. kritiknya banyak, hehehe.. maklum dulu wktu dkampus saya editor majalah kampus, hehehehe... terpanggil lagi, wkwkwk... sukses yah ^__^V
nuhun kakak :))
BalasHapusmaklum, udah mepet waktunya. tanpa revisi. hehe
awalnya, mau panjang tuh pembukanya tapi kata temenku kepanjangan. hehe
#hormat
waaaaahhh saya mau juga dong tulisan saya di kritik sama teteh cappucinored :( *ngiri
BalasHapussering minta komentar aja sm teh win :)
Hapus