Reiny Handayani Paulus, anak ketiga dari 4 bersaudara. Lahir dari pasangan suami-istri Rudy Hernest Paulus dan Rita Zahara. Lahir di Palembang, 2 november 1994 serta keturunan Palembang-Manado. Saya punya saudara bernama Rury Harmiyani Paulus, alm. Ridho Herdian Paulus, dan Rizky Hermawan Paulus.
Saya
sering dipanggil Reni, Reiny, atau juga Adek oleh sahabat-sahabat saya. Saya
dipanggil adek, karena kebanyakan dari mereka lebih tua dari saya. Saya
merupakan anak satu-satunya dari orang tua saya yang merantau untuk melanjutkan
kuliah jauh dari tanah kelahiran. Yogyakarta. Ya, saya memilih kota ini untuk
pendidikan saya selanjutnya. Walaupun tujuan utama saya adalah Universitas
Gajah Mada dan bukan dengan jurusan Teknik Kimia, tapi saya sangat bersyukur
dengan masuknya saya di Universitas Islam Indonesia dengan jurusan Teknik
Kimia. Saya banyak belajar dari kegagalan-kegagalan saya ini, salah satunya
bersabar dan juga diberi kesempatan untuk belajar apa itu Teknik Kimia.
Melanjutkan
pendidikan di Yogyakarta adalah impian saya sejak masih duduk di Sekolah
Menengah Pertama. Sekarang, saya sudah berada disini walaupun bukan pada
jurusan dan tempat yang saya impikan. Saya adalah seorang yang sangat suka
membaca, terutama membaca novel. Novel yang bergenre persahabatan, motivasi,
perjuangan, dan sejenisnya. Saya juga suka sekali dengan hewan bernama kucing
dan saya memeliharanya dirumah orang tua di Palembang.
Soal
novel, saya sangat suka sekali dengan satu novel berjudul 5 cm. Judul yang aneh
dan saya cukup tidak mengerti apa maksudnya pada awalnya. Setelah membaca, saya
sempat meneteskan air mata dan rasa akan cinta Indonesia dan pada
sahabat-sahabat saya bertambah besar. Karena dinovel ini berisi tentang
persahabatan 5 orang tokoh yang selalu bersama-sama, hingga pada suatu hari
mereka sudah merasa bosan dan mereka memustuskan untuk tidak bertemu selama 3
bulan. Setelah 3 bulan itu, mereka bertemu lagi dan berangkat menuju puncak
gunung, bernama Mahameru. Perjuangan dan impian mereka mencapai puncak Mahameru
mengajarkan saya untuk terus mempertahankan impian itu dan berusaha terus untuk
mewujudkannya. Dari novel itu pun, saya mengenal banyak orang-orang yang hebat.
Mereka berasal dari banyak daerah, hampir seluruh provinsi di Indonesia ini.
Mereka adalah sahabat-sahabat saya itu.
Travelling
keliling Indonesia merupakan satu impian saya. Banyak tempat yang saya ingin
kunjungi sekaligus silaturahmi dengan sahabat-sahabat saya. Waktu, biaya, dan
kesehatan adalah penunjang utama yang sedang dipersiapkan dari sekarang. Saya
sudah terlalu cinta dengan Indonesia, karena Kuasa sang Pencipta.
Biru
adalah warna kesukaan saya, tapi sekarang warna merah dan hitam sedang saya
nikmati keindahan warnanya. Saya juga
suka dengan birunya langit dipagi hari dan menjelang senja serta indahnya
bentuk-bentuk awan. PenciptaNya mengizinkan saya untuk menikmati keindahan
negeri tercinta ini. Fotografi dan menulis adalah hobi saya, walaupun jarang
untuk menjadikan hobi yang rutin tergantung mood yang hadir.
Saya
adalah penikmat musik, musik apa aja. Saya lebih suka mendengarkan daripada
banyak bicara didalam satu obrolan asyik kecuali kalo itu bagian saya bicara.
Kenapa begitu? Karena saya suka. Saya selalu menyempatkan diri dan waktu untuk
bertemu dan ngobrol bareng sahabat-sahabat saya disela jadwal kuliah yang cukup
melelahkan dan tugas yang menumpuk. Sebagai refreshing disetiap sabtu atau
minggu.
Kelelahan
dan kurang tidur bisa membuat tipus saya kambuh sering waktu. Saya adalah tipe
orang yang kurang memperhatikan kesehatan, jadwal makan, istirahat, dsb. Saya
menyebut diri saya ini, anak yang paling ngeyel dari saudara-saudara saya
karena saya paling susah untuk disuruh makan obat, ke dokter, dsb. Saya tidak
cukup akur dan dekat dengan 2 saudara saya. Tidak banyak obrolan dan kegiatan
yang saya dan mereka lakukan. Saya tidak mengerti kenapa.
Saya
adalah orang yang cukup cepat akrab sama orang yang baru dikenal. Ya, banyak
sosok yang sangat berarti bagi saya lain dari Allah, orang tua, dan keluarga saya,
mereka adalah sahabat-sahabat saya di Sahabat 5 cm. Mereka adalah motivator
hidup saya, hingga saya terus berani meraih impian-impian saya, bangkit dari
rasa takut terhadap ujian-ujian untuk kelulusan SMA beberapa bulan lalu, tes
kuliah, hingga saya ada disini. Mereka selalu hadir mengobarkan semangat mereka
untuk saya. Ada banyak cara mereka menyampaikan semangat-semangat itu dan
selalu membuat saya selalu bangkit. Saat kehadiran mereka satu tahun lalu, saya
semakin percaya kalau Tuhan punya banyak cara untuk membantu hambanya. Karena
izinNya, kita dipertemukan oleh satu orang yang hebat. Donny Dhirgantoro, salah
satu penulis favorit saya.
“Jangan
hanya menjadi seonggok daging yang hanya punya nama” adalah salah satu quote
yang saya suka dari novel favorit saya. Saya lebih suka pakai sepatu kets dan
ransel daripada flatshoes dan tas cewek pada umumnya. Punya impian naik ke 7
summits mountain bareng sahabat, IP cumlaude, lulus kuliah cumlaude, banggain
orang tua, dll.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar