Untuk merindukan seseroang, kita hanya perlu seseorang untuk
di rindu. Bayangkan saja orang tuamu. Bagaimana kamu tega melupakannya? Biarkan
rindumu pada mereka mengalir begitu saja. Aku tidak pernah mengakui rinduku
pada mereka. Aku bukan tipe orang yang akan mengaku, mereka tahu. Tidak hanya
orang tuamu, sahabatmu, gurumu, siapapun itu, kamu akan mengingat dan
merindukannya sesekali.
Ah, bayangkan. Aku menulis hal di atas karena aku rindu
banyak orang. Banyak orang dengan beribu hal yang beragam. Aku saja sampai
bingung siapa saja mereka itu. Kamu tahu satu hal? Aku tidak pernah selalu
ingin dilupakan. Bertanya ‘apa kabar?’
saja, itu sudah cukup bagiku.
Banyak hal yang terjadi hari ini. Ternyata aku menanti
paketku, seorang temanku mengingatkan. Kabar datang lagi dari seseorang yang
aku rindu dan sedikit takut telah aku lupakan.
‘Maafkan aku yang seperti melupakanmu.’
‘Aku masih mengingatmu.’
‘Masih merindukanmu.’
‘Terima kasih untuk kiriman istimewanya.’
Hal yang mengagetkan memang, karena tampaknya aku mulai menjauhkan diri dari beberapa orang. Aku tersenyum membayangkan wajah mereka sekarang. Aku teringat banyak hal, tapi aku sudah berjanji untuk tidak menangis lagi. Terlalu cengeng bukan kalau aku selalu menangis?
‘Maafkan aku yang seperti melupakanmu.’
‘Aku masih mengingatmu.’
‘Masih merindukanmu.’
‘Terima kasih untuk kiriman istimewanya.’
Hal yang mengagetkan memang, karena tampaknya aku mulai menjauhkan diri dari beberapa orang. Aku tersenyum membayangkan wajah mereka sekarang. Aku teringat banyak hal, tapi aku sudah berjanji untuk tidak menangis lagi. Terlalu cengeng bukan kalau aku selalu menangis?
Hal lainnya? Ada satu film drama yang aku tonton hari ini. Setiap
ada hal yang membuat sang aktris sedih, sang aktor akan mengatakan
‘Tidak apa-apa.’
Semuanya akan baik-baik saja kemudian atau sang aktris lebih mudah mengungkapkan kesedihannya. Lucu sekali aku pikir, tapi belajar tidak hanya dari bangku sekolah bukan?
‘Tidak apa-apa.’
Semuanya akan baik-baik saja kemudian atau sang aktris lebih mudah mengungkapkan kesedihannya. Lucu sekali aku pikir, tapi belajar tidak hanya dari bangku sekolah bukan?
Apa hubungannya semua ini? Aku mulai tidak mengerti, tapi
aku suka menuliskannya. Sudah lama aku tidak menuangkan semua yang ada di
pikiranku. Aneh saja, aku bisa menuliskan beberapa kata ini. Mungkin juga, aku
sudah rindu dengan beberapa hal dan orang.
Rindu itu tentang jarak. Jarak yang membuat terbentuknya
rasa rindu. Indah sekali Tuhan menciptakan rasa yang sungguh berharga ini. Kita
patut bersyukur karenaNya. Itu saja,
cukup.
Ah, rindu itu mulai terkuak sempurna.
rindu yang sempurna itu ketika rindu bertemu Allah dan rosulnya kelak :))
BalasHapustp di dunia rindu itu selalu berkaitan dengan sesuatu yg kita cintai,,sepertia ku yg selalu rindu akan keindahan alam indonesia,,karena kau CINTA INDONESIA (jadi nasionalis,gini,hehe)
salamEPICENTRUM
wait for visit :))