Mari bacalah ceritaku sejenak.
***
Sekitar satu bulan lalu, aku mulai merasakan pusing yang berlebihan dan aku selalu kesakitan. Hingga akhirnya aku memutuskan untuk berkunjung ke dokter dan ternyata benar dugaanku. Semua berasal dari mataku. Mataku yang mulai lelah karena selalu dipaksa untuk melihat dengan normal. Aku disarankan untuk segera periksa ke dokter mata.
Hari itu, hari minggu. Aku memutuskan pergi ke dokter mata ditemani seorang sahabat. Setelah daftar dan pemeriksaan awal, benar saja, dokter langsung menyuruhku memakai kacamata dan saat itulah, aku tahu. Aku memang harus berkacamata.
Hingga hari ini, aku sudah terbiasa dengan kacamata ini. Rasanya ada yang tertinggal saat aku harus meninggalkannya atau memang tertinggal di kosan. Aneh saja rasanya. Benar kata dokter mataku, awalnya memang tidak terbiasa tapi lama kelamaan akan terbiasa. Ya, bisa saja dokter itu.
Ah ya, kacamata yang aku pilih untuk menemaniku sampai satu tahun kedepan adalah yang bermodel biasa saja dan warnanya gradasi hitam-cokelat. Saat aku mencari kacamata ini, aku sudah suka dengannya sejak awal. Kenapa? karena modelnya sederhana dan cukup nyaman saat aku memakainya. Sejak berkacamata pun, aku mulai nyaman dengan penglihatanku. Ada perbedaan saat aku menggunakan kacamata dan tidak untuk melihat. Aku memiliki mata astigmatisma (silinder).
** Perbedaan Mata Minus dan Silinder
Aku suka penampilanku dengan kacamata ini dan menjadi sedikit narsis. :D
![]() |
| Ini si adek kecil dengan pipinya yang chubby dan si kacamata :)) |
Apa ceritamu?
Source: https://www.optikmelawai.com/eye_info/perbedaan-mata-minus-dan-silinder/144/V
Mata Astigmatisma (Silinder)
Source: https://www.optikmelawai.com/eye_info/perbedaan-mata-minus-dan-silinder/144/
Source: https://www.optikmelawai.com/eye_info/perbedaan-mata-minus-dan-silinder/144/

Tidak ada komentar:
Posting Komentar