24 Februari 2014
Februari dengan Banyak Hal
*Secondhand Serenade play*
Februari ternyata sudah hampir akhir saja dan aku masih belum banyak melakukan hal yang harus aku lakukan. Aku yang masih males dengan resolusiku. Ada satu hal yang aku pikirkan saat ini. Aku ingin fokus dengan kuliahku. Ternyata ada banyak tuntutan dalam diri ini atas pilihanku.
Mari aku ceritakan sesuatu tentang kegalauan ini.
Saat ini, aku sedang liburan semester 3 dan bulan depan aku sudah masuk ke semester 4. Aku masih duduk nyaman di rumah, kampung halaman. Aku merasa semester depan adalah awal kesibukan dan keseriusanku. Aku sudah memikirkan banyak hal. Mau kemanakah aku? Ada apa saja yang harus aku lewati sebelum akhir? Ya.. sudah terlalu banyak. Akhirnya pun aku harus menentukan pilihanku setelah aku lulus kuliah. Aku telah memutuskan, aku akan bekerja. Tapi bukan menjadi pekerja selamanya.
Ini impianku tentang pekerjaanku.
1. jadi dosen Teknik Kimia. Aku curahkan ke mbakku. Katanya, aku tandanya harus S2 dulu untuk mendaftar sebagai dosen. Baiklah, aku setuju itu.
2. kerja di perusahaan besar. Aku bilang ke mama tentang hal ini. Pertama, aku katakan ingin bekerja di daerah timur Indonesia sana. Kata mama, itu kejauhan dan penduduk di sana tidak sesuai dan mama tidak setuju. Kedua, aku katakan di Riau. Mama bilang biaya hidup di sana mahal walaupun aku katakan gaji yang didapat juga sesuai, beliau juga tidak. Rasanya... menyesakkan sekali. Aku katakan juga dengan mbakku, dia mendukung keputusanku. Begitulah aku mengartikannya.
Itu 2 poin impianku setelah beberapa minggu di rumah. Aku telah merencanakan untuk tetap tinggal jauh setelah aku lulus SMA. Aku ingin menjejakkan kakiku dan menyampaikan ilmuku ke banyak orang. Aku bukan ingin meninggalkan kedua orang tua dan keluarga, hanya ingin merealisasikan mimpiku. Tapi sejak di rumah, kepulanganku saat ini, aku cukup berbeda. Aku yang biasanya akan menjauh saat ada sesuatu yang membuatku muak, kini aku hanya ingin duduk mendengarkan. Aku sudah cukup akur dengan saudaraku dan aku sudah banyak mengerti tentang banyak hal yang banyak aku lewatkan.
Aku yang dirantau, pulang hanya 6 bulan sekali. Memang banyak sekali yang aku lewatkan. Aku yang biasanya terlalu takut, kini aku sudah bisa menghadapi perasaanku dan menempatkan sikapku. Kini, aku terlalu takut untuk pulang lagi. Aku rasa, aku nyaman. Terima kasih, Tuhan.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
waah, sama-sama mahasiswi yang merantau nih, hehe..
BalasHapussaya juga pulangnya jarang-jarang, kadang 6 bulan kadang setahun baru bisa pulang.
tetap semangat dengan mimpinya, nggak ada salahnya toh bermimpi, mimpi yang nantinya jadi kenyataan :D
wah.. :))
Hapuspulangnya kemana mbak?
makasih yaa.. tetap semangat juga mbak! :D
salam kenal.