26 November 2015
14 November 2015
Rei: Kantuk, Rindu, dan Tunggu
Menjadi sebuah pertanyaan ketika seseorang jatuh tertidur lelap. Rasa kantuk yang banyak kah? Atau karena kelelahan? Apa hanya bosan menunggu? Bisa jadi semuanya menjadi alasan.
Lalu ada lagi. Ketika ingin sekali bertemu. Karena rindu? Entah. Hanya ingin bertemu. Rindu bisa jadi alasan tapi seringkali tidak bisa langsung diungkapkan, hanya akan ada alasan tidak logis yang dibuat.
Ada apa denganmu rei? Aku sedang mengantuk sekarang, karena sedang menunggu. Seorang mahasiswa hampir akhir menghabiskan sabtunya di sebuah laboratorium kampus dan sedang menunggu. Menunggu beberapa milimeter minyak yang sangat ditunggu kehadirannya dan menunggu beberapa orang di dalam hati yang kadang tidak nyaman.
Mataku sudah hampir terlelap.
Lalu ada lagi. Ketika ingin sekali bertemu. Karena rindu? Entah. Hanya ingin bertemu. Rindu bisa jadi alasan tapi seringkali tidak bisa langsung diungkapkan, hanya akan ada alasan tidak logis yang dibuat.
Ada apa denganmu rei? Aku sedang mengantuk sekarang, karena sedang menunggu. Seorang mahasiswa hampir akhir menghabiskan sabtunya di sebuah laboratorium kampus dan sedang menunggu. Menunggu beberapa milimeter minyak yang sangat ditunggu kehadirannya dan menunggu beberapa orang di dalam hati yang kadang tidak nyaman.
Mataku sudah hampir terlelap.
12 November 2015
Curhatan Mahasiswa (hampir) Akhir
Setiap orang memiliki tanggung jawab masing-masing. Entah sejak masih kecil bahkan sampai sudah dewasa. Begitupun dengan hak. Semua orang memilikinya. Hak asasi manusia. Begitulah.
Opo toh rei? Ngelantur ya? Iya. Maaf.
Ada apa dengan tanggungjawab dan hak? Aku sedang tidak dilanggar haknya sebagai manusia, hanya saja sedang mengingat apa dan bagaimana hak dan tanggungjawabku sebagai seorang mahasiswa. Mahasiswa hampir akhir yang sering dilanda kegalauan tak berujung dan beralasan (kadang) tak disangka, lebih mencari-cari. Seorang mahasiswa lagi yang sedang dilanda kelelahan pikiran dan badan yang luar biasa, hingga tawa dan tangis pun kadang lupa caranya. Memikirkan semua rencana dan menjalankannya bersama-sama. Seorang mahasiswa dengan berjuta kenangan yang indah dan suram, mengingatkan sebuah perjuangan akan sebuah realitas yang sudah lalu. Mahasiswa yang pada akhirnya harus kembali menuntut ilmu dan menggapai nilai optimal.
Sebagai seorang mahasiswa yang (masih sok) menjadi kuli tinta persma kampus dan mendapat amanah menjadi seorang staf pengurus harian organisasi, sering kali mendapat pertanyaan dari beberapa orang. 'Kamu itu sibuk kuliah apa organisasi?", "Rapat lagi?", "Apa agenda selanjutnya?", dan seterusnya. Kalau ditulis, banyak dan panjang. Sebagai mahasiswa hampir akhir pun dituntut untuk fokus satu hal saja, yaitu kuliah. Begitulah tanggung jawabku sekarang, di kampus.
Haknya gimana? Hasil obrolan tadi siang dengan seorang sahabat, yang sudah hapal seorang Reiny, kita ini sudah kebanyakan agenda. Terlalu sibuk membuat ini dan itu, mencanangkan rencana ini dan itu, seakan lupa ada hak lain yang harus kita dapatkan sebagai manusia dan mahasiswa. Istirahat dan tidurlah, dua kata yang sering kali sahabatku yang lain ungkapkan. Ya, semacam permohonan mereka padaku untuk segera berhenti sejenak.
Kalau ditanya, sudahkah kamu menjalankan tanggungjawab dan mendapatkan hakmu?
"Sedang menjalankan dan mendapatkan proses hak itu - rei"
Opo toh rei? Ngelantur ya? Iya. Maaf.
Ada apa dengan tanggungjawab dan hak? Aku sedang tidak dilanggar haknya sebagai manusia, hanya saja sedang mengingat apa dan bagaimana hak dan tanggungjawabku sebagai seorang mahasiswa. Mahasiswa hampir akhir yang sering dilanda kegalauan tak berujung dan beralasan (kadang) tak disangka, lebih mencari-cari. Seorang mahasiswa lagi yang sedang dilanda kelelahan pikiran dan badan yang luar biasa, hingga tawa dan tangis pun kadang lupa caranya. Memikirkan semua rencana dan menjalankannya bersama-sama. Seorang mahasiswa dengan berjuta kenangan yang indah dan suram, mengingatkan sebuah perjuangan akan sebuah realitas yang sudah lalu. Mahasiswa yang pada akhirnya harus kembali menuntut ilmu dan menggapai nilai optimal.
Sebagai seorang mahasiswa yang (masih sok) menjadi kuli tinta persma kampus dan mendapat amanah menjadi seorang staf pengurus harian organisasi, sering kali mendapat pertanyaan dari beberapa orang. 'Kamu itu sibuk kuliah apa organisasi?", "Rapat lagi?", "Apa agenda selanjutnya?", dan seterusnya. Kalau ditulis, banyak dan panjang. Sebagai mahasiswa hampir akhir pun dituntut untuk fokus satu hal saja, yaitu kuliah. Begitulah tanggung jawabku sekarang, di kampus.
Haknya gimana? Hasil obrolan tadi siang dengan seorang sahabat, yang sudah hapal seorang Reiny, kita ini sudah kebanyakan agenda. Terlalu sibuk membuat ini dan itu, mencanangkan rencana ini dan itu, seakan lupa ada hak lain yang harus kita dapatkan sebagai manusia dan mahasiswa. Istirahat dan tidurlah, dua kata yang sering kali sahabatku yang lain ungkapkan. Ya, semacam permohonan mereka padaku untuk segera berhenti sejenak.
Kalau ditanya, sudahkah kamu menjalankan tanggungjawab dan mendapatkan hakmu?
"Sedang menjalankan dan mendapatkan proses hak itu - rei"
6 November 2015
Pertama Setelah Sekian Lama
Hai...
Setelah satu setengah tahun, aku mencoba kembali menyapa blog ini. Blog dengan banyak cerita dan kenangan. Mimpi pun ada.
Hari ini kuputuskan untuk membukanya kembali setelah sekian lama. Belum ada cerita bertopik yang ingin kutuliskan. Hanya saja, sebuah kejadian terlintas yang ingin aku sampaikan. Sayang kalau dibuang, ya sebagai kenangan.
Hai lagi...
Aku sedang baik-baik saja sekarang. Tapi kondisi badanku tidak. Aku diharuskan istirahat oleh beberapa orang. Yaa. Begitulah.
Aku mendapat panggilan baru dari banyak orang, rei. Rei dari 3 huruf Reiny dan aku suka. Sudah sejak juli lalu. Call me rei please..
Sekian dulu cerita absurd pertama ini.
Regards,
Rei
Setelah satu setengah tahun, aku mencoba kembali menyapa blog ini. Blog dengan banyak cerita dan kenangan. Mimpi pun ada.
Hari ini kuputuskan untuk membukanya kembali setelah sekian lama. Belum ada cerita bertopik yang ingin kutuliskan. Hanya saja, sebuah kejadian terlintas yang ingin aku sampaikan. Sayang kalau dibuang, ya sebagai kenangan.
Hai lagi...
Aku sedang baik-baik saja sekarang. Tapi kondisi badanku tidak. Aku diharuskan istirahat oleh beberapa orang. Yaa. Begitulah.
Aku mendapat panggilan baru dari banyak orang, rei. Rei dari 3 huruf Reiny dan aku suka. Sudah sejak juli lalu. Call me rei please..
Sekian dulu cerita absurd pertama ini.
Regards,
Rei
Ketika dan Aku
Ketika kita bertemu dalam diam, sudah tak ada lagi kah bicara dalam tawa?
Ketika kita bertemu dalam tawa, masih adakah sedih yang tak kau ungkap?
Ketika rindu itu menguak, dapatkah aku berkata rindu?
Atau ketika sapa mata saling menyapa, tak bisakah selalu seperti itu?
Aku, hanya sebuah diam yang rapuh. Aku lupa caranya bersedih. Dan aku tak ingat siapa aku dulu? Bukan aku sekarang.
#hanyaterlintas
Ketika kita bertemu dalam tawa, masih adakah sedih yang tak kau ungkap?
Ketika rindu itu menguak, dapatkah aku berkata rindu?
Atau ketika sapa mata saling menyapa, tak bisakah selalu seperti itu?
Aku, hanya sebuah diam yang rapuh. Aku lupa caranya bersedih. Dan aku tak ingat siapa aku dulu? Bukan aku sekarang.
#hanyaterlintas
Langganan:
Komentar (Atom)
