20 Desember 2016

Menulis Sajalah

Mari menulis sajalah. Tentang apa saja tidak akan masalah, buatku. Toh ini lebih baik daripada orang lain tahu tentang ini. Tapi bagaimana ya menceritakannya? Aku bertanya padamu, kamu pun bingung. Apalagi aku.

Bagaimana tentang sebuah cerita beberapa bulan lalu? Tapi aku jadi rindu. Tidak jadilah.
Lalu,
bagaimana kalau tentangmu? yang aku pun tak tahu kamu sedang apa dan dimana #janganpakejogetya.

Tentang kamu, di pulau seberang. Dulu, masih sangat mudah untuk menemuimu walau tak ada alasan untuk bertemu intens. Tapi bertemu dan mengobrol denganmu adalah hal yang paling baik, membuatku lebih baik tepatnya. Jika saja kamu menyadarinya, ya aku tertarik denganmu. Ya masih saja dengan sifatku. Semua tak mau aku paksakan, entah itu kapan dan apakah bisa, semua masih nyaman dengan hubungan sahabat seperti ini.

Aku lupakan sejenak. Seorang teman pernah bertanya, sesaat sebelum flight, "Sama dia udah ketemu mbak?". "Sudah, semalem dan itu pengen banget ketemu katanya dia," jawabku. Sesaat kemudian, kami berdua akhirnya tersenyum dan berpelukan.

Aku selalu tersanjung dengan sikap dan perkataannya. Kemungkinan karena memang umurnya yang dewasa dariku. Cause I really like to have big brother, so I decided to listen his words and followed his good habbit.


Udah ah gitu aja :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar