10 Desember 2017

Kita dan Nanti

Saya diam ketika hendak bicara
Kamu bicara dengan lagak kasarmu
Apa kamu marah?

Saya hanya terhenyak ketika semua itu tidak terjadi
Hanya saja, kamu terkejut ketika kamu tahu,
Saya tak akan berbicara padamu
Tapi kepada kita di masa depan.

Akankah kita masih akan bersama?

Kita dan Kata

Kita tak banyak berkata kala bertatap
Kita hanya saling bercerita tentang banyak jiwa
Jiwa yang selalu kita kagumi

Kita tak bicara tentang kita
Senyum kita tak terkendali ketika mata saling tatap
Lalu kembali berkata tentang jiwa lainnya

Kita tak rela berpisah ketika sudah waktunya
Kita hanya saling bicara dalam hati
Sudahkah saatnya?

Aku bertanya karena hatilah yang bertanya
Aku berkata karena rindulah yang berkata
Aku diam ketika mulut tak henti tersenyum
Karena aku bahagia.




10/12/17

9 Desember 2017

Diam dalam Dia

Dia bercerita dalam diamnya dia.
Dia sebuah nestapa yang hadir dalam kehangatan.
Kupikir dia hanya berkelana tanpa berniat tinggal.
Dia tinggal untuk waktu yang lama,
kemudian dia pergi berkelana kembali.

Dia bercerita dalam diamnya dia.
Dia adalah sebuah awal gejolak jiwa dalam dinginnya pagi.
Dia adalah awal dari perdebatan hati yang selalu ingin dia tinggal.
Tapi dia selalu punya jalan untuk selalu pergi
lalu kembali jika sudah saatnya.

Dia bercerita dalam diamnya dia,
dan kamu adalah yang mengerti dengan diamnya dia.
Tidak denganku.





09/12/17

15 Oktober 2017

See you, love!

Its not the story that I won't happen in my life. But, God has the plan for me in my life since I was birth yet. Before I go trough the paragraph what I wanna share, you know, I almost 23 yo and I didn't realize it till yesterday. 

November 2, I don't know what I wanna reach in my life for real. I'm doing what I have to not what I wanna do. I think, I need to be prepare again and realize if I have to do something real. I hope I can be a better person for everyone who close to me and for my God. Amen. 


------





The (real) title : See you when I can see you, love!

I wanna get a good partner so I'm trying to be a good person. Maybe not now, but someday, I hope, we will meet as good person with good personality, habit, in  good mood and best time. 

We're trying to denial what the feel right now. I hope, we will meet again in the right time with best smile and have best food ever.

You know, it was nice to met you last month. I'm happy till now and I remembered everything what we did together. Although, maybe it was wrong decision that I made but at least, I got the facts that I ever know. This is the reason why I choose the title.

Location : dialogue art space
Taken photo by : desty.permata
Date : October, 15 2017

4 April 2017

RIP

It's time to let him go for real.
I'll miss you so much, pa!

-----

My grandfather passed away this morning. I was shocked for a while. I need to yo work but I'm sad. It's totally make me sad.

I called him papa ayi cause some reason we called like that. So, I'm here and far away from my home. I called my family and I tried to get the information but I totally cried cause of it.

I wanna go there but I had class and went to company today. I joined the group and I was happy. When I'm alone, I cried myself and thought what I can't do.

He's my super grandpa btw. He would ask me about tobacco and sometime I bought for him. I wasn't meet him a long time ago. Maybe 1 months ago.

I hope, he gets a good place in heaven. Amen.

19 Januari 2017

Aku dan Logika

Aku, kamu, dan logika kita..

It's been a while since I wrote my last story. Aku pengen cerita. Cerita yang gak akan aku pernah tahu akan pada siapa aku ceritakan. 

Kamu. Kamu yang ada, pernah ada, dan sudah hilang entah kemana. Aku tidak pernah membenci seseorang, baik itu kamu ataupun dia. Kalo orang bilang aku itu terlalu baik, mungkin bukan tapi polos lebih tepatnya. Aku tak pernah bisa berkata, "what do u you want from me?" but I'll say, "it'll be okay, right?" Aku tak pernah sadar dan seakan tak sadar sampai hari ini. Hati ini masih tertutup karena bukanlah hal mudah untuk segera melupakan. Bahkan tak hanya satu, lebih. 


Ingin mengakhiri dan melupakan, but its hard to do. So, what should I do? Aku hanya selalu berpikir sendiri sampai hari ini. Sampai pada akhirnya ada yang bilang, "kamu baik-baik ya disana." tapi setelahnya pergi kemudian. Selalu begitu. And I said, "I will." by the way. 


Ini 2017, status tanpa pekerjaan, berada di rumah, yang seharusnya jadi tempat paling nyaman dan menyenangkan untuk ditinggalkan tapi itu hanya mimpi belaka, berjuang sendiri, dan terluka sendiri, dan bingung maunya apa. I ever said, "I will to do something in this year." I hope I can do that and more to do that. 


Tuhan selalu punya cara buat negur hambanya. Mungkin belum banyak yang tahu kalo aku pengen banget buat kembali ke daerah rantau. Daerah yang istimewa tapi memang begitu adanya. Sejenak cukup. Setelah tahu ada yang salah dan Tuhan kasih petunjuk, aku dapat hadiah kesempatan itu untuk kembali kesana. Semoga segera. But, I dont know when. Seperti halnya soal hati. Tuhan sudah menetapkan dengan siapa kita berjodoh. Maka menjadi seorang yang belum punya pasangan, tak menjadi perihal yang kelewat penting. Ketika kita meminta orang yang pantas dengan kriteria begini dan begitu, akan ada pertanyaan timbul : "Sudahkah aku sesuai dengan kriteria orang lain?" manusia tidak akan pernah merasa puas. Tapi memantaskan diri adalah pilihan pertama untuk dilakukan jika memang benar ingin mendapatkan pasangan yang pantas pula. Kalau menurutku, punya teman, sahabat, partner yang baik, banyak omong, dan setia adalah salah satu kesempatan yang gak akan pernah aku sia siakan. Daripada sahabat harus berakhir ke ikatan cinta terus menjalani hubungan pacaran kemudian putus? Habis sudah. Kali aja, jodoh kita diantara sahabat kita itu. Siapa tahu kan (ini mah ngarep re-).

Ingatlah satu hal, setiap orang punya cara, sifat, pikiran, kebiasaan, dan lain sebagainya berbeda beda. Jangan samakan semua, jangan saling menyalahkan, dan jangan lain menjatuhkan. Gunakan logika yang sesuai dengan fakta di lapangan. Berpikirlah sejenak sebelum logika itu diutarakan, jangan sampai menyakitkan orang lain. 

Nah, untuk kamu. Aku sudah terus memutuskan tapi ternyata keputusan itu belum mantap. But you're my best I ever had. Tawa, bicara, dan muka keselmu itu bikin rindu dan buat aku patuh. Rindu karena memang rindu dan patuh karena semua yang kamu katakan memang benar adanya. Jadi, yasudahlah. Aku cukup mundur beberapa langkah lagi dan benar-benar melupakan. 


Absurd story for first post in this year. By the way, HAPPY NEW YEAR 2017.



Love,
R