Dia bercerita dalam diamnya dia.
Dia sebuah nestapa yang hadir dalam kehangatan.
Kupikir dia hanya berkelana tanpa berniat tinggal.
Dia tinggal untuk waktu yang lama,
kemudian dia pergi berkelana kembali.
Dia bercerita dalam diamnya dia.
Dia adalah sebuah awal gejolak jiwa dalam dinginnya pagi.
Dia adalah awal dari perdebatan hati yang selalu ingin dia tinggal.
Tapi dia selalu punya jalan untuk selalu pergi
lalu kembali jika sudah saatnya.
Dia bercerita dalam diamnya dia,
dan kamu adalah yang mengerti dengan diamnya dia.
Tidak denganku.
09/12/17
Tidak ada komentar:
Posting Komentar