21 Agustus 2013

#1 Kamu yang Tidak Tahu

Aku masih saja mengurai rindu itu untukmu. 

*** 

Aku terbangun, aku meraih handphoneku. Masih pukul 3 pagi dan artinya aku baru tertidur 2 jam. Iya, deadline beritaku harus aku serahkan jam 7 pagi ini ke redaksi. Aku mulai terlelap lagi tapi handphoneku berbunyi, menandakan ada sms masuk. Aku membukanya, tertera namamu. Iko. 

Hei! Apa kabar dirimu? Masih pagi sekali yaa? Maafkan aku. Aku hanya ingin memberitahumu. Aku mau bertemu denganmu dan aku sedang di perjalanan menuju kotamu. Jam 8 pagi aku tunggu di stasiun tugu. Aku menantimu. Kamu mau kan? Aku tunggu kamu ya. :) 

Tersentak aku membaca pesanmu. Sudah lama kamu tidak memberi kabar. Aku tidak pernah mencarimu, kamu yang mengatakan itu. Aku tidak boleh mencarimu. Biar kamu saja yang mengabariku. Aku cepat membaca pesanmu.

 Iya. Aku mau. Sampai jumpa. 

Pesan terkirim. Aku mulai mengantuk lagi dengan hati yang senang sekali. Besok pagi setelah ke kampus sebentar, aku akan bertemu denganmu. Aku terlelap. 

*** 


Bersambung

20 Agustus 2013

Segores Mimpi

Beberapa waktu lalu, kertas beserta mimpi-mimpiku masih terbentuk rapi berbentuk burung. Karena satu dan lain hal, aku mulai penasaran, apa saja yang sudah aku gapai dan sedang dilakukan. Aku membukanya satu persatu, menuliskan ulang setiap mimpiku dibuku. Melingkari mimpi yang sudah digapai bersama tanggalnya, bahkan aku menambahkan mimpi lainnya.

Senang sekali rasanya aku pernah menyimpan mimpi-mimpi ini rapi di burung-burung kertas ini. Satu persatu memulainya dan segera ingin menyelesaikannya. Usaha dan do'a coba aku lakukan. Semuanya indah dengan segala semangat dan dukungan semuanya. Sayang, aku tidak membawa buku berisi mimpi-mimpiku. Aku tidak bisa memperlihatkannya. Mungkin nanti.

Terima kasih atas mimpi-mimpi dan passion ini, Tuhan.

17 Agustus 2013

Pulang dan Pergi


Pulang tidak selalu tentang kepergian.
Menataplah keluar sebentar sebelum pergi.
Masih ada yang menanti kepulanganmu.

Pulang tidak selalu tentang berpisah.
Biarkan pergi menjadikan kita ada tempat kita pulang.
Hingga pesawat lepas landas,
masih ada yang mendoakanmu dari jauh.

Pulang tidak selalu tentang bertemu.
Akan ada tentang kehidupan dan kematian.
Akan ada kenangan baru tentang pertemuan
dan perpisahan.

Jangan takut untuk pulang dan pergi.
Biarkan mereka memaksa kita untuk jauh.
Kita akan tahu pada akhirnya
tentang pulang dan pergi itu.


Palembang, 10 maret 2013 

15 Agustus 2013

Senja Sama


Kadang senja tak menyapa kita saat dia menghadirkan kehangatan malam ini. Biarkan saja. Semua punya cara yang berbeda untuk menyapa dan merangkul. Sudah lama memang tidak menyapa dan banyak mengobrol. Dua hari ini dibuat kaget oleh dua orang. Satu, bahasan apa aja. Kadang rindu. Satu lagi tiba-tiba disodorkan pernyataan :

Heh kamu

Setor tulisan baru sini

Masa gak berkarya *emot marah*

Set dah orang ini. Jawaban aku adalah: 

He?

Enak ajee

Udah ada draftnya sih. Cuma mayeeesss

Iya mana?

Mau baca *emot orang marah banget*

Setelah dibuat kaget dan sedikit gerak lanjutin draft, eh ternyata belum buka blog aku. eit dah! Gantian emosi juga. Eeeerrrrr..
...

Hari ini, satu lainnya. Tetiba kirim pesan nagih pempek. Ehhmm.. belum, belum, belum. Ntar yaaaa! Sorenya ngobrol lagi. Dari cerpen sama fiksi. Ceritanya, aku abis jalan-jalan di blog orang dari satu account twitter blogger terpercaya. Terus kan bilang, nemu link yang kontennya bagus. Kirim link. Eh gak taunya beliau udah kenal, malah dikenalin kepenulis lainnya. Jiaaahhh.. tepok jidat deh. 

Tetiba, handphone berbunyi menandakan ada notifikasi. Dari twitter ternyata.

@arai_88: kak @mareretha, adek bongsor saya @reinypaulus kesengsem sama konten blognya tuh. :)

Hehehe.. tetiba aku kesengsem sendiri baca tweet si abang. @mareretha adalah yang punya link yang aku bilang bagus ke abang.

@mareretha: Hihihi, makasih :) RT @arai_88: kak mareretha, adek bongsor saya @reinypaulus kesengsem sama konten blognya tuh. :)

@mareretha: Ayo semangat! RT @reinypaulus: @arai_88 mareretha heehhee. Iya. Keren. Bikin ketagihan baca sama nulis.

Abis dapet semangat dan obrolan lagi sama si abang via whatsup, akhirnya jalan-jalan lagi ke dua blog yang direkomendasiin. Satu punya @mareretha dan satunya @noichil.

...

Akhirnya sekarang sudah hampir menyelesaikan deadline yang harusnya 2 hari lalu. Udah kayak apa aja. Hehe. Senengnyaaa... coretan dikertas sudah hampir penuh. Tinggal menambahkan beberapa halaman lagi. Mungkin redaksi bakal puyeng revisi tulisanku kali ini. Hahaha. Eh ini malah curhat coba! Udah ah.. mau lanjut nugas dulu. Terima kasih teruntuk yang punya akun @arai_88 dan @intanPusspa. 


14 Agustus 2013

Jatuh.



Biarkan rindu itu menggema dipikiranmu sejenak. Berkeliaran. Kemudian jatuh setetes kehangatan rindu lainnya. Tidak ada yang salah dengan rindu ini dan rindu lainnya. Mata, suara, nama tak berkabar. Katamu tak apa. Biar kita berjauhan sejenak.
Rindu itu, aku menangis. Jatuh sudah rinduku padamu. Aku sudah mundur sejak lalu. Menjauhimu yang tak berkabar, benar bukan? Aku ingat suara itu, nama, matamu. Semuanya sudah aku susun rapi dibagian lain. 

Aku tidak menjatuhkan air mataku lagi, untukmu. Biar rinduku dan rindumu berkelebat hebat dipikiran kita sendiri. Tetaplah bahagia.