14 Agustus 2013

Jatuh.



Biarkan rindu itu menggema dipikiranmu sejenak. Berkeliaran. Kemudian jatuh setetes kehangatan rindu lainnya. Tidak ada yang salah dengan rindu ini dan rindu lainnya. Mata, suara, nama tak berkabar. Katamu tak apa. Biar kita berjauhan sejenak.
Rindu itu, aku menangis. Jatuh sudah rinduku padamu. Aku sudah mundur sejak lalu. Menjauhimu yang tak berkabar, benar bukan? Aku ingat suara itu, nama, matamu. Semuanya sudah aku susun rapi dibagian lain. 

Aku tidak menjatuhkan air mataku lagi, untukmu. Biar rinduku dan rindumu berkelebat hebat dipikiran kita sendiri. Tetaplah bahagia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar