Biarkan rindu itu menggema
dipikiranmu sejenak. Berkeliaran. Kemudian jatuh setetes kehangatan rindu
lainnya. Tidak ada yang salah dengan rindu ini dan rindu lainnya. Mata, suara,
nama tak berkabar. Katamu tak apa. Biar kita berjauhan sejenak.
Rindu itu, aku menangis. Jatuh
sudah rinduku padamu. Aku sudah mundur sejak lalu. Menjauhimu yang tak
berkabar, benar bukan? Aku ingat suara itu, nama, matamu. Semuanya sudah aku
susun rapi dibagian lain.
Aku tidak menjatuhkan air mataku
lagi, untukmu. Biar rinduku dan rindumu berkelebat hebat dipikiran kita
sendiri. Tetaplah bahagia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar