Sudah lama kita bertukar cerita lewat dunia maya. Sudah lama suaramu selalu menenangkanku, seperti suara ibu saat dulu aku di dongengkan olehnya setiap malam. Nyaman sekali. Sayang, kita belum bisa berjumpa. Belum saatnya dan kita selalu menyadari itu. Hingga hari itu, kita memutuskan memisahkan diri. Seperti amoeba saja. Tapi itulah keputusan kita sebenarnya. Ah.. aku mengingat hari itu lagi.
Aku mendatangi kotamu bulan kemarin. Aku bermaksud menemui dan mengucapkan terima kasih padamu secara langsung. Tapi ada yang menusuk hatiku. Aku mendapati namamu ada di sebuah undangan pernikahan. Namamu bersanding dengan nama yang tak pernah aku kenal dan tahu. Temanmu yang lain yang mengabariku tentang undanganmu itu. Kamu tahu kedatanganku.
Aku berencana datang ke acara pernikahanmu. Aku berangkat bersama teman-teman. Mereka menatapku kasihan. Aku ingin biasa saja. Sayang, sulit sekali ditutupi. Satu temanku memelukku selama perjalanan ke acaramu.
Sesampainya di sana, mereka menanyakan kabarku. Aku baik-baik saja. Aku tersenyum meyakinkan. Memang aku baik-baik saja. Aku tidak merasa bodoh. Inilah keputusan kita bukan?
Aku melihatmu bersama perempuan yang cantik sekali dan kamu terlihat gagah dengan jas berwarna biru muda dan tuksedo yang kamu pakai. Kalian cocok sekali. Aku terharu, kamu tersenyum ramah menyalami semua tamu yang menghampirimu dan istrimu. Aku tidak bisa bertemu denganmu. Aku memutuskan untuk tidak menyalamimu, ini hari bahagiamu. Aku menuju tempat lain, memberikan secarik kertas kepada pembawa acara. Aku ingin pembawa acara itu membacakan pesan itu untukku. Tak lama, pembawa acara itu memberi pengumuman sebentar dan mengatakan bahwa ada pesan untuk kedua mempelai. Aku beranjak pergi dari acaramu.
Teruntuk Keno dan Ira,
Selamat untuk kalian. Semoga menjadi pasangan yang langgeng sampai hayat memisahkan kalian. Terima kasih untuk Keno, jaga istrimu dengan baik. Jaga juga cinta kalian yaa. Aku akan merindukan kalian.
Keyra
#FF2in1 21 Agustus 2013
Tema: Yang Terlewatkan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar