Hari ini aku diingatkan akan satu
hal yang pernah kuucapkan,
Hidup itu bukan sebuah pengharapan, tapi bersyukur.
Kira-kira seperti itu. Mengapa
begitu? Aku mau sedikit cerita. Hari itu aku ingat, aku masih mengenal sosok
yang baik. Sosok yang dikabarkan sangat baik oleh beberapa teman. Aku dekat
dengannya untuk beberapa waktu. Entah apa sebabnya. Tapi yang kita tahu, kita
nyaman satu sama lain. Kita tidak banyak bicara tentang sebuah pembicaraan yang
orang bilang mungkin, komitmen. Biarkan semua berjalan apa adanya. Tidak mau
banyak berharap, nyamanlah yang buat kita bertahan. Hingga tiba sore itu lagi,
kita coba menyelesaikan dan sampai hari ini, rasa nyaman itu perlahan hilang.
Mengapa selesai? Kita coba biarkan saja semuanya berlalu. Hingga suatu waktu,
do’a yang selalu kita panjatkan hingga akhir percakapan sore itu, terjawab.
Aku coba tersenyum mengingat
sosokmu. Aku bilang, semua tidak pantas untuk aku ingat selalu. Aku mengingatmu
selalu baik, tapi aku tidak punya cara untuk melupakanmu sejenak. Aku ingat
banyak hal. Tentu karena beberapa orang mencoba mengorek banyak hal.
Sekarang.. mari lupakan apa yang
aku katakan. Hari raya sudah dekat. Manusia ciptaan Tuhan pasti punya salah.
Mohon maaf atas segala kesalahan yang menyinggung, sengaja, atau tidak. Terima kasih :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar