23 Agustus 2013

#3 Kamu yang Tidak Tahu

***

Pukul 6 pagi alarmku berbunyi. Aku terbangun, kaget. Aku beranjak dan bersiap-bersiap. Jam 7 kurang 15 menit aku sudah selesai. Beritaku sudah aku bawa bersamaan dengan catatan kuliahku. Waktunya berangkat dan menemui sang pujaan hati. Batinku.

Sepanjang perjalanan ke kampus, aku senang sekali. Terheran teman-teman melihatku hari ini. Aku tak menghiraukan mereka, aku lekas pergi ke tujuan selanjutnya setelah menyesaikan keperluan di kampus.

30 menit berlalu sejak pukul 7 pagi. Jogja macet sekali pagi ini. Entah apa yang terjadi, aku tak tahu. Aku hanya berharap aku tidak terlambat menemuimu. Pikiranku tentangmu memenuhi pikiranku. Aku terjebak lampu merah beberapa kali di keramaian pagi ini. Lampu merah berikutnya, aku ingin mengabarimu, handphoneku mati. Oh tidak! Bodoh sekali aku. 15 menit lagi. Motor di depanku, mengerem mendadak dan aku terjatuh. Beberapa orang menolong, membawaku menepi ke sebuah warung pinggir jalan. Aku sedikit kaget dan terburu-buru, ujarku pada orang yang bertanya. Aku tidak apa-apa, kakiku hanya agak kram karena tertimpa motor. 10 menit berlalu, aku teringat padamu.

***

Lelaki itu sudah menunggu. Dia tidak ada tujuan lain selain menunggu perempuan yang telah mendiami seluruh hatinya. Dia menikmati pagi itu dengan segelas teh hangat.

Sedangkan seorang perempuan di tempat lain, terburu-buru ingin menemui sang lelaki. Semoga tidak terlambat.

***

Bersambung.. (last episode)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar