It's time to let him go for real.
I'll miss you so much, pa!
-----
My grandfather passed away this morning. I was shocked for a while. I need to yo work but I'm sad. It's totally make me sad.
I called him papa ayi cause some reason we called like that. So, I'm here and far away from my home. I called my family and I tried to get the information but I totally cried cause of it.
I wanna go there but I had class and went to company today. I joined the group and I was happy. When I'm alone, I cried myself and thought what I can't do.
He's my super grandpa btw. He would ask me about tobacco and sometime I bought for him. I wasn't meet him a long time ago. Maybe 1 months ago.
I hope, he gets a good place in heaven. Amen.
4 April 2017
19 Januari 2017
Aku dan Logika
Aku, kamu, dan logika kita..
It's been a while since I wrote my last story. Aku pengen cerita. Cerita yang gak akan aku pernah tahu akan pada siapa aku ceritakan.
Kamu. Kamu yang ada, pernah ada, dan sudah hilang entah kemana. Aku tidak pernah membenci seseorang, baik itu kamu ataupun dia. Kalo orang bilang aku itu terlalu baik, mungkin bukan tapi polos lebih tepatnya. Aku tak pernah bisa berkata, "what do u you want from me?" but I'll say, "it'll be okay, right?" Aku tak pernah sadar dan seakan tak sadar sampai hari ini. Hati ini masih tertutup karena bukanlah hal mudah untuk segera melupakan. Bahkan tak hanya satu, lebih.
Ingin mengakhiri dan melupakan, but its hard to do. So, what should I do? Aku hanya selalu berpikir sendiri sampai hari ini. Sampai pada akhirnya ada yang bilang, "kamu baik-baik ya disana." tapi setelahnya pergi kemudian. Selalu begitu. And I said, "I will." by the way.
Ini 2017, status tanpa pekerjaan, berada di rumah, yang seharusnya jadi tempat paling nyaman dan menyenangkan untuk ditinggalkan tapi itu hanya mimpi belaka, berjuang sendiri, dan terluka sendiri, dan bingung maunya apa. I ever said, "I will to do something in this year." I hope I can do that and more to do that.
Tuhan selalu punya cara buat negur hambanya. Mungkin belum banyak yang tahu kalo aku pengen banget buat kembali ke daerah rantau. Daerah yang istimewa tapi memang begitu adanya. Sejenak cukup. Setelah tahu ada yang salah dan Tuhan kasih petunjuk, aku dapat hadiah kesempatan itu untuk kembali kesana. Semoga segera. But, I dont know when. Seperti halnya soal hati. Tuhan sudah menetapkan dengan siapa kita berjodoh. Maka menjadi seorang yang belum punya pasangan, tak menjadi perihal yang kelewat penting. Ketika kita meminta orang yang pantas dengan kriteria begini dan begitu, akan ada pertanyaan timbul : "Sudahkah aku sesuai dengan kriteria orang lain?" manusia tidak akan pernah merasa puas. Tapi memantaskan diri adalah pilihan pertama untuk dilakukan jika memang benar ingin mendapatkan pasangan yang pantas pula. Kalau menurutku, punya teman, sahabat, partner yang baik, banyak omong, dan setia adalah salah satu kesempatan yang gak akan pernah aku sia siakan. Daripada sahabat harus berakhir ke ikatan cinta terus menjalani hubungan pacaran kemudian putus? Habis sudah. Kali aja, jodoh kita diantara sahabat kita itu. Siapa tahu kan (ini mah ngarep re-).
Ingatlah satu hal, setiap orang punya cara, sifat, pikiran, kebiasaan, dan lain sebagainya berbeda beda. Jangan samakan semua, jangan saling menyalahkan, dan jangan lain menjatuhkan. Gunakan logika yang sesuai dengan fakta di lapangan. Berpikirlah sejenak sebelum logika itu diutarakan, jangan sampai menyakitkan orang lain.
Ingatlah satu hal, setiap orang punya cara, sifat, pikiran, kebiasaan, dan lain sebagainya berbeda beda. Jangan samakan semua, jangan saling menyalahkan, dan jangan lain menjatuhkan. Gunakan logika yang sesuai dengan fakta di lapangan. Berpikirlah sejenak sebelum logika itu diutarakan, jangan sampai menyakitkan orang lain.
Nah, untuk kamu. Aku sudah terus memutuskan tapi ternyata keputusan itu belum mantap. But you're my best I ever had. Tawa, bicara, dan muka keselmu itu bikin rindu dan buat aku patuh. Rindu karena memang rindu dan patuh karena semua yang kamu katakan memang benar adanya. Jadi, yasudahlah. Aku cukup mundur beberapa langkah lagi dan benar-benar melupakan.
Absurd story for first post in this year. By the way, HAPPY NEW YEAR 2017.
Love,
R
20 Desember 2016
Menulis Sajalah
Mari menulis sajalah. Tentang apa saja tidak akan masalah, buatku. Toh ini lebih baik daripada orang lain tahu tentang ini. Tapi bagaimana ya menceritakannya? Aku bertanya padamu, kamu pun bingung. Apalagi aku.
Bagaimana tentang sebuah cerita beberapa bulan lalu? Tapi aku jadi rindu. Tidak jadilah.
Lalu,
bagaimana kalau tentangmu? yang aku pun tak tahu kamu sedang apa dan dimana #janganpakejogetya.
Tentang kamu, di pulau seberang. Dulu, masih sangat mudah untuk menemuimu walau tak ada alasan untuk bertemu intens. Tapi bertemu dan mengobrol denganmu adalah hal yang paling baik, membuatku lebih baik tepatnya. Jika saja kamu menyadarinya, ya aku tertarik denganmu. Ya masih saja dengan sifatku. Semua tak mau aku paksakan, entah itu kapan dan apakah bisa, semua masih nyaman dengan hubungan sahabat seperti ini.
Aku lupakan sejenak. Seorang teman pernah bertanya, sesaat sebelum flight, "Sama dia udah ketemu mbak?". "Sudah, semalem dan itu pengen banget ketemu katanya dia," jawabku. Sesaat kemudian, kami berdua akhirnya tersenyum dan berpelukan.
Aku selalu tersanjung dengan sikap dan perkataannya. Kemungkinan karena memang umurnya yang dewasa dariku. Cause I really like to have big brother, so I decided to listen his words and followed his good habbit.
Udah ah gitu aja :)
Bagaimana tentang sebuah cerita beberapa bulan lalu? Tapi aku jadi rindu. Tidak jadilah.
Lalu,
bagaimana kalau tentangmu? yang aku pun tak tahu kamu sedang apa dan dimana #janganpakejogetya.
Tentang kamu, di pulau seberang. Dulu, masih sangat mudah untuk menemuimu walau tak ada alasan untuk bertemu intens. Tapi bertemu dan mengobrol denganmu adalah hal yang paling baik, membuatku lebih baik tepatnya. Jika saja kamu menyadarinya, ya aku tertarik denganmu. Ya masih saja dengan sifatku. Semua tak mau aku paksakan, entah itu kapan dan apakah bisa, semua masih nyaman dengan hubungan sahabat seperti ini.
Aku lupakan sejenak. Seorang teman pernah bertanya, sesaat sebelum flight, "Sama dia udah ketemu mbak?". "Sudah, semalem dan itu pengen banget ketemu katanya dia," jawabku. Sesaat kemudian, kami berdua akhirnya tersenyum dan berpelukan.
Aku selalu tersanjung dengan sikap dan perkataannya. Kemungkinan karena memang umurnya yang dewasa dariku. Cause I really like to have big brother, so I decided to listen his words and followed his good habbit.
Udah ah gitu aja :)
14 Desember 2016
Celoteh Ringan
Malam ini, masih belum terbaca apa yang harus kulakukan ke depan. Kuliah lagi kah atau tetap bekerja atau ingin berwirausaha? Entahlah.
Tapi pikiranku, yang sedikit egois, membiarkan aku berceloteh ringan dan berat yang hanya berhenti dikepala dan hatiku. Aku berbicara dengan diriku sendiri. Aku sedih, marah, senang, memaki, dan menangis dengan diriku sendiri. Berbahayakah aku? Entahlah.
Mereka bilang, aku tak sendiri, selain Tuhan yang selalu ada dan ditempat-Nya. Tapi aku tak merasa begitu. Atau hanya aku saja yang menghilang dan lupa caranya kembali? Entahlah.
Malam ini, aku mengembalikan sedikit ingatan ke beberapa hari lalu. Seorang mengatakan padaku, "Nulis lagi sih, nanti aku baca," yang ia sampaikan melalui pesan singkat. Aku membalasnya, "Tentang apa?" karena aku mulai lupa bagaimana merangkai kata -ini saja mulai lelah. "Tentang keceriaan, biar kamu ceria," balasnya. Kata-katanya cukup menohok perasaanku. Tentu saja, ia tiba-tiba mengatakan itu setelah aku bilang rindu padanya. Tentu saja kami tidak bisa bertemu dalam waktu dekat, karena jarak. Ia ingin menghibur diriku dengan cara yang tentu saja bisa aku lakukan. And I'm here.
Malam ini, sudah sejak (kurang lebih) 2 jam lalu, aku berkutat dengan situs blog ini dan blog sebelah. Aku membenahi apa yang berantakan dan mengganti yang sudah usang. Aku tahu, ini tak pernah membosankan. Hehehe, untung ia mengingatkanku. Bukan hanya ia saja sebenarnya.
Malam ini pun, aku menemukan beberapa tulisan temanku yang beredar di dunia maya. Tapi jujur saja, aku tak pernah mengaksesnya. Karena aku tidak tahu. Aku tergerak membangun sisi lainku yang sudah kutinggalkan, karena banyak orang dan banyak hal. Tapi jangan samakan tulisanku dengan mereka. Karena aku lupa caranya berdialog sebaik mereka.
Aku mulai melantur, maka aku sudahi saja celoteh ini. Selamat malam.
nb: Aku tambahkan situs temanku itu :)
1. Sepantar - tulisan seorang mantan pemimpin
2. Melawan Malas - tulisan seorang pemimpin
3. Saratalinga - tulisan calon pemimpin
4. En Negli Ge - tulisan calon pemimpin
Tapi pikiranku, yang sedikit egois, membiarkan aku berceloteh ringan dan berat yang hanya berhenti dikepala dan hatiku. Aku berbicara dengan diriku sendiri. Aku sedih, marah, senang, memaki, dan menangis dengan diriku sendiri. Berbahayakah aku? Entahlah.
Mereka bilang, aku tak sendiri, selain Tuhan yang selalu ada dan ditempat-Nya. Tapi aku tak merasa begitu. Atau hanya aku saja yang menghilang dan lupa caranya kembali? Entahlah.
Malam ini, aku mengembalikan sedikit ingatan ke beberapa hari lalu. Seorang mengatakan padaku, "Nulis lagi sih, nanti aku baca," yang ia sampaikan melalui pesan singkat. Aku membalasnya, "Tentang apa?" karena aku mulai lupa bagaimana merangkai kata -ini saja mulai lelah. "Tentang keceriaan, biar kamu ceria," balasnya. Kata-katanya cukup menohok perasaanku. Tentu saja, ia tiba-tiba mengatakan itu setelah aku bilang rindu padanya. Tentu saja kami tidak bisa bertemu dalam waktu dekat, karena jarak. Ia ingin menghibur diriku dengan cara yang tentu saja bisa aku lakukan. And I'm here.
Malam ini, sudah sejak (kurang lebih) 2 jam lalu, aku berkutat dengan situs blog ini dan blog sebelah. Aku membenahi apa yang berantakan dan mengganti yang sudah usang. Aku tahu, ini tak pernah membosankan. Hehehe, untung ia mengingatkanku. Bukan hanya ia saja sebenarnya.
Malam ini pun, aku menemukan beberapa tulisan temanku yang beredar di dunia maya. Tapi jujur saja, aku tak pernah mengaksesnya. Karena aku tidak tahu. Aku tergerak membangun sisi lainku yang sudah kutinggalkan, karena banyak orang dan banyak hal. Tapi jangan samakan tulisanku dengan mereka. Karena aku lupa caranya berdialog sebaik mereka.
Aku mulai melantur, maka aku sudahi saja celoteh ini. Selamat malam.
nb: Aku tambahkan situs temanku itu :)
1. Sepantar - tulisan seorang mantan pemimpin
2. Melawan Malas - tulisan seorang pemimpin
3. Saratalinga - tulisan calon pemimpin
4. En Negli Ge - tulisan calon pemimpin
9 Desember 2016
#9 Si Pemimpi Kecil : My Back Up~
My favourite person in this world!
Temen diskusi, temen curhat, partner kerja, partner berantem juga, pergi, jadi atasan-bawahan, temen ngopi, ah lainnya dah.
'emang reiny cewek? Bukan dia mah.'
'itu loh bajunya kok dibuka depan aku? / emang kamu peduli? Kamu juga kok yang liat ren. / iya juga sih.'
'ren, kalo ini inget gak gimana? / apa sih?'
'Jangan marah dulu ya, aku mau cerita -lalu ceritalah panjang lebar- jadi gimana ya? Berangkat gak? / ya pergilah. Kapan lagi loh / tapi yang aku tinggal gimana? Mau bantuin back up kah? / Iya mudah itu, nanti yang lain juga banyak. / -berangkat lah aku.'
dan pengen peluk mereka.
Langganan:
Postingan (Atom)
