23 Juni 2013

Aku dan Suara.

Suara itu. Aku rindu.
Bukan kedua bola mata yang menenangkan itu.
Belum berjumpa.
Kabar yang tak kunjung datang,
Aku hanya coba menanti saja.
Ada keyakinan tersendiri.
Mungkin bodoh.
Tapi itu aku, dengan segala keyakinan.
Hati. Seonggok daging yang merasakan.
Percakapan yang mengasyikkan, bukan?
Kadang sampai aku tertidur.
Atau aku tersenyum riang saat suara itu bernyanyi.
Saat tebak judul lagu.

Masa lalu yang selalu indah.
Selalu menanti kabarmu,
Hei pemilik suara menenangkan!
:)
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar