19 Juni 2013

Masih.

sebuah nama. sebuah rasa. dua bola mata yang menenangkan. indah. tapi sejenak sayu untuk melihatnya.
aku duduk, coba menatap lagi. lelah. kemudian mundur. 
selangkah sudah. selangkah lagi hari ini.
hal yang bodoh bukan? aku terharu. membiarkan rasa itu menyinari.
ah, sudahlah. aku tidak menyerah. aku mundur.
aku menghilang? tidak. hanya mundur.
bukankah mudah menyampaikan sebuah rasa? mungkin juga tidak.
ya sudahlah..
layaknya batu-batu yang memecah ombak. masih sabar menanti kedatangan ombak. lebih besar.
terus memecah. tapi tidak akan selalu.
suatu waktu akan berbeda. hanya satu masa dan waktu.

nb: masih terinspirasi dari mbak intan :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar