Pemimpi kecil kembali.
Ia tumbuh remaja bersama adik kecilnya yang tidak lagi kecil. Si adik kecil masuk sekolah yang sama kemudian mengikuti kelas percepatan. Awalnya, si pemimpi kecil sangat bahagia dengan keberadaan si adik di satu sekolah yang sama, SMPN8. Namun pada akhirnya, ia seakan marah, cemburu, dan iri dengan perlakuan orang tua dan kerabat terdekat. Si adik dilahirkan dengan kecerdasan yang melampaui pemimpi kecil ini. Tapi dengan begitulah kedewasaannya muncul. Bersamaan dengan hal itu pula, ia bertekad untuk banyak bermimpi dan memberikan prestasi dengan cara lain.
Duduk di bangku kelas 8 SMP, ia bermimpi untuk masuk melanjutkan sekolah keluar kota. Jogjakarta tujuannya, ia sudah jatuh cinta pada kota itu sejak lama bahkan hingga sekarang. Saat itu, mimpi seperti itu adalah hal yang sangat tidak mungkin. Mana mungkin dan bisa untuk bisa sampai disana dan bertahan hidup? Tapi entah apa alasannya, ia tetap bermimpi seperti itu.
Saat di jenjang pendidikan ini, ia pun tetap membangun hubungan yang baik dengan banyak orang. Guru, teman, sahabat, penjual makanan, tukang sapu, bahkan anak dari penjual makanan. Ditunjuk sebagai bagian dari pengurus kelas pun rasanya bahagia karena si pemimpi kecil diajarkan untuk menjadi pemimpin kelas yang tegas, sekretaris yang teliti dan perhatian, serta bendahara yang super pelit kalau soal pengeluaran. Bahkan ini sudah dimulai sejak di SD, hanya tak sedetail di SMP. Bersyukurnya ia, banyak teman dan guru baik yang membimbing ia bahkan setelah meninggalkan sekolah ini.
Di SMP ini, ia juga mengikuti kegiatan ekstrakulikuler Pramuka. Praja Muda Karana. Si pemimpi kecil yang banyak mimpinya ini melanjutkan kegiatan yang ia lakoni sejak SD. Betapa bahagianya ia ketika bisa menjadi salah satu panitia Masa Orientasi Sekolah dan berlagak sebagai senior. Bukan untuk menghukum murid baru semaunya tapi karena bisa bolos kelas (dasar anak nakal). Di masa ini pun, ia mengenal yang namanya cinta monyet. Seorang sahabat menarik perhatian dirinya, menyapanya riang setiap waktu dan bermain bersama. Tapi karena sifat pemalunya, ia menyimpan rapat rasa itu. Hingga akhirnya, di hampir penghujung kelulusan, si pemimpi kecil menyampaikan isi hatinya. Cukup si sahabat yang tahu dan berakhir bahagia sebagai sahabat yang saling mengerti satu sama lain.
Tak hanya mimpi yang ia cita-citakan, banyak momen yang ia lewatkan dan buat bersama para sahabat dan guru. Ia membuat kesal seisi kelas karena sifat membangkang para teman, menonton bioskop usai sekolah, masuk dunia kecil jurnalistik sekolah, menjadi hobi lari, berkenalan dengan internet untuk pertama kalinya, sedih ketika harus ditinggalkan teman pindah sekolah dan berpulang, dan masih banyak lainnya. Kenangan akan inilah yang membuat pemimpi kecil ini tetap melanjutkan bermimpi, untuk membahagiakan banyak orang disekitarnya dan membantu orang untuk tetap bermimpi.
Setelah tiga tahun di sekolah ini pada akhirnya ia lulus dengan nilai yang baik dan mengantarkan ia masuk ke sekolah menengah swasta. Bukan karena ia pemalas, mimpinya lah yang membuat ia sampai di Sekolah Menengah Atas Kusuma Bangsa (SMA Kumbang). Sekolah swasta terbaik di kotanya, saat ia masuk sekolah di sana. Pemimpi kecil ini tetap ingin melanjutkan ke SMAN, sayangnya ia tidak bisa lulus di ujian masuk dan memutuskan untuk sekolah di luar kota. Tapi bersyukurnya ia, orang tuanya tidak memberikan izin untuk meninggalkan kota kelahiran. Kemudian ia melanjutkan pendidikan di sekolah yang sangat berbeda dengan tiga sekolah sebelumnya. Tidak banyak orang, tapi banyak jenisnya. Ia sangat bersyukur pernah menjadi bagian dari Kumbang, sampai saat ini.
to be continue..
#intermezzo
di sin se
di san se
di man man hat ku se
di sin se
di san se
di man man hat ku se
Diatas adalah lirik lagu yang pertama kali dikenalkan oleh seorang guru di SMPN8 setelah diajarkan lagu Mars sekolah. Si pemimpi kecil sangat suka lagu ini, sederhana tapi bermakna. Ini adalah lagu modifikasi dari sebuah lagu yang pernah ada.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar