26 Oktober 2016

#6 Pemimpi Kecil : itu aku

The truth, si pemimpi kecil adalah aku dan aku juga yang menulis ini bersama hatiku. Aku menulis tentang diriku sendiri. Terlalu selfish bukan? Sebenarnya bukan itu alasannya, aku takut lupa dengan masa laluku, takut hilang. Bagaimana bisa? Seperti yang sudah aku katakan sebelumnya, ia, si pemimpi kecil, pernah melupakan masa lalunya yang kelam namun masa lalu yang lain juga ikut menghilang. Bisa begitu? Bisa. Semua itu terjadi padaku. Aku bahkan hampir tidak ingat semua ceritakan semasa di sekolah menengah atas. Jika kuurut, banyak sekali kenangan disana. Tapi sayang, ada satu bagian cerita yang tidak ingin aku kenang di masa depan dan aku berusaha melupakannya saat itu. Dan kenangan lain seakan hilang. Aku sudah untuk mengingatnya.

Alasan aku menulis tentang diriku sendiri karena aku ingin menghargai diriku sendiri. Bagaimana aku menjalani diriku sendiri sampai hari ini,  saat orang lain tidak pernah sadar kehadiranku.  Perjalananku ini tidak sendiri. Sebagai harapan, aku ingin kado ulang tahun ke 22 tahun ku adalah tulisan ku makin banyak dan ceritaku tetap berlanjut. Begitu, harapakku.
Banyak lagi yang ingin aku harapkan, aku ingin mendapatkan penghasilan sendiri, pekerjaan, dan kebahagiaan orang tuaku.

Aku tak ingin banyak membahas tentang harapan itu. Aku ingin mengulang masa lalu. Menceritakan tentang masa lalu. Biar suatu hari, ketika aku sudah lupa, aku bisa membuka lembaran ini kembali sebagai pengingat. Sebagai pemimpi kecil yang dilahirkan dari seorang ibu, diberi nama Reiny Handayani Paulus.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar