8 September 2018

How was your days?

Cerita bulan lalu, yang tak sempat terupload - 2 minggu yang sibuk setelah liburan. Liburannya padahal tengah bulan lalu. 

----


Pagi itu aku lagi makan semangka, as usual membiasakan diri untuk makan sehat lagi setelah liburan seminggu lalu. I ate what I could eat when I traveled. Tiba tiba ada seorang rekan kerja yang memberikan komentar, kira kira begini, "rere nih udah makan sehat, makannya buah, tapi kenapa masih sering sakit ya?", saat itu memang lagi gak enak badan sampai hari ini aku menulis. Alasanku adalah karena memang kelelahan dan banyak makan sembarangan.



Bukan sekali dua kali aku sakit selama kerja ini, hampir setiap sebulan sekali. Ada aja penyebabnya, dari AC yang emang dingin banget, cuaca yang gak menentu, dan bisa jadi karena makan gak teratur lalu tidur kurang. Sudah cukup buat aku tepar keesokan harinya. Satu dua rekan kuceritakan perihal ini, mereka menerima excuse ku setiap waktu aku lagi sakit. Tapi dari setiap bulan itu, aku hanya izin sakit 2 hari. Kok bisa? Aku cerita kan sesuatu.

Jadi begini, ketika aku sakit pun aku tetap usahakan masuk kerja selama itu aku masih sanggup berjalan dan berdiri. Hari ini, aku masih sanggup berjalan tapi duduk pun aku masih sering pusing.

Sejak umur 5 tahun, aku di diagnosa punya penyakit gejala tipus. Sudah sempat masuk rumah sakit di umur 5 tahun untuk beberapa hari. Aku ingat betul saat itu, saat aku harus ke dokter dengan bujukan kaset sherina, minum air putih yang banyak sampai berbotol botol, hingga akhirnya malam itu aku menunjukkan hal yang orang tua ku tidak inginkan, dan saat itu juga aku langsung dibawa kerumah sakit. Didorong di ranjang pasien dan sesaat kemudian, tangan kiri ku disuntik jarum infus. Gede banget tuh jarum sampe kepikiran sampe sekarang. Disuntik hampir setiap beberapa jam sekali untuk cek darah, ditemani suster disaat mama papa pulang atau ada kakek ku saat itu.

Dan sejak saat itu, aku harus menjaga fisikku. Kalau sudah berasa pusing berat, keringat dingin, bawaannya kalo berdiri itu pusing banget, bed rest dirumah selama 3 hari. Itu berlangsung dari sekolah dasar sampe awal masuk sekolah menengah. Karena di sekolah menengah, dengan sistem belajar yang sedikit berbeda dan sangat disayangkan jika harus melewatkan satu hari pun, mulai menjaga kesehatan lagi. Susu menjadi penolong ketika sedang kambuhnya. Bahkan sampai sekarang.

Hmm. Kenapa gak berobat aja? I did. Sejak lima tahun itu, aku selalu berobat dan akhirnya berbagai jenis obat pun sudah di konsumsi di badan. Susah di mengerti memang kalo masalah obat, like I'm tired with them, medicine. Aku akan selalu bilang, "aku puasa obat," kecuali kalo memang sudah benar benar mulai tepar dan butuh bed rest. Sepele memang, tapi gak semua orang ngerti apa yang di rasa ketika terus terusan minum obat ketika sakit. Yang harus kita lakuin adalah mencegah untuk tidak sakit lalu minum obat.

Kebiasaan gak minum obat ini dimulai sejak kuliah, karena waktu itu belum nemu dokter yang cocok. Jadilah selalu sedia susu, dari susu UHT sampe bear brand gitu, di kosan. Sebulan itu biasa 4-6 kotak susu, buat bekal kalo males makan atau belum sempet makan karena rapat atau deadline tugas. Akhirnya? Buat badan gendut, jadinya mudah capek, pipi chubby, dan orang mulai protes kenapa jadi gendut banget. Literally sih gak masalah di aku, tapi karena itu pun lagi banyak kegiatan. So, decided to decrease what I ate and started to ate health food. Makan 2 kali sehari dan hampir tiap waktu siang, makan dikampus, memilih untuk makan lotek (sayur sayuran terus pake sambel kacang, sejenis gado gado) dan malem nya paling makan nasi telur atau nasi goreng. Untuk pagi nya makan seadanya, kalo ada buah ya buah, jus buah atau kue tradisional sih. Mengurangi makan daging dagingan, ayam, ikan, daging sapi gitu. Banyak jalan kaki juga ke kampus. The best itu. 
Alhamdulillah badan mulai sehat lagi, lebih enak, minum obat palingan juga vitamin.

Trus sekarang gimana?

Mungkin istilah, "kalo sudah kenal uang, sudah tau gimana ngehasilin uang itu susah, jadi maunya enak" itu cukup bener ya. Maunya ya makan enak, beli ini itu, nongkrong sini situ. The best way to increase your happiness but not your health body.

Lalu ada anjuran lagi selain minum obat kalo sakit yaitu "gak usah masuk kerja, surat dokter aja" atau "ya istirahat lah". Jujur, aku bukan orang yang bisa dengan enaknya untuk begitu, sudah jadi kebiasaan dari dulu. Selama sakit masih bisa ditahan, like I said before, selama masih bisa berdiri, kenapa harus izin gak masuk dan pekerjaan pun jadi terbengkalai? Tapi ini aku. Gak semua orang bisa begini, tapi ini semacam prinsip sih dan gak semua orang bisa ngerti dengan hal ini. I'll do my best to do my job but don't give your pressure to me. Just it. I'll tell you if I'm sick but I need to do my task.

Apa ya, susah gitu di cap jadi anak yang mudah sakit dan selalu mengusahakan untuk selalu hadir dengan wajah sumringah di kala attend on my job. Orang orang tuh seakan bilang "kamu tuh gak boleh sakit", ya aku maunya juga gitu. Satu yang ku khawatir kan, gejala tipus itu kambuh.

Begitu memang ceritanya dibalik sakit-gak sakit ini. I was feel better but I need more sleep, toh weekend ini.
Semoga kamu yang baca, selalu sehat ya.


Salam sehat,
Re.


----

Jadi sekarang gimana? Feel better setelah bolak balik kantor, kerjaan makin numpuk dan banyak.
sekian

Tidak ada komentar:

Posting Komentar