6 Oktober 2013

#Review: Bagaimana Menulis Fiksi ( @benzbara_ )



Bagaimana Menulis Fiksi – Bernard Batubara ( @benzbara_ )
Ini merupakan catatanku di writing class pagi-siang tadi dan beberapa dari akun @WritingClass013 sebagai penggagas acara (: 

Untuk menulis fiksi ada beberapa elemen-elemen fiksi yang harus dipenuhi, yaitu:
1.    IDE : ide itu ada di mana-mana.
- write what you know

- write what you want to know
2.  TOKOH : dalam membentuk tokoh, kita harus menciptakan manusia.
#LiveTweet:
- Misalnya, ada tokoh laki2 pemain basket, pintar, kaya, ganteng, baik hati, bertubuh atletis, sempurna. Itu bukan manusia, tidak manusiawi.
- Walaupun menulis cerita fiksi, tokoh harus realistis dan manusiawi.
3.  PLOT : alur cerita.
- awal | tengah | akhir (harus ada hubungan cerita di awal, tengah, dan akhir.)
- outline (kerangka)
Untuk cerpen, mungkin tidak apa-apa tidak ada kerangka, tapi untuk novel sangat dibutuhkan. Supaya cerita tidak melenceng kemana-mana. Sebagai patokan menulis.
- ada sebab dan akibat
4. DIALOG : efektif
- jangan mengulang kata-kata dialog dengan narasi yang sudah ada.
- jangan menulis percakapan sehari-hari.
- hindari dialog dengan bahasa daerah, cukup beri keterangan saja.
5. NARASI : Narasi digunakan untuk menggambarkan peristiwa, isi pikiran dan perasaan tokoh, dan deskripsi #LiveTweet
- peristiwa
- pikiran tokoh (show, don’t tell – ungkapan marah tidak harus di sampaikan dengan kata marah. Sedih juga tidak selalu berkaitan dengan air mata.)
- deskripsi (tokoh, emosi, dan tempat)
6. KONFLIK
- man to himself (inner)
- man to man (personal)
- man to society (externa)
7. POV (point of view) – Sudut Pandang
- orang pertama (pencerita yang bercerita, menjadi ‘Aku’. kurangnya: tidak bisa menceritakan tokoh lain.)
- orang ketiga (pencerita seakan-akan menjadi Tuhan yang tahu.)
- orang kedua (jarang digunakan. Biasanya untuk surat.)
#LiveTweet : Jangan mencampur adukkan sudut pandang dalam satu cerita, karena itu akan membingungkan.
8. Setting : Waktu dan Tempat/Lokasi
#LiveTweet: Setting harus logis. Misalnya cerita pada tahun 1967, kemudian tokoh ceritanya sudah menggunakan Ipad. Itu tidak logis.
* GENRE : jenis banyak genre di dunia tulis. Genre sendiri untuk menjelaskan jenis dari cerita-cerita.

Poin- poin di atas merupakan elemen-elemen fiksi yang di sampaikan kak Bara. Dari presentasi juga disampaikan beberapa hal lainnya, simak!
*Menulis cepat, menulis buruk
- Jangan menulis sambil menyensor. Tulis saja semua yang ada di pikiran kamu.
- WRITE FIRST, EDIT LATER!!
*Inspirasi : ADA DI MANA SAJA. Untuk menemukan inspirasi, harus banyak referensi dan riset.
REFERENSI = BACA
*Untuk menjadi penulis tidak ada rahasia, yang ada:
- Komitmen
- Konsisten
- Latihan
- Baca! Baca! Baca!
- Tulis! Tulis! Tulis!
#LiveTweet:
- Dalam menulis, harus berkomitmen dan konsisten. Jadi kita akan lebih tekun menulis.
- Jangan bilang, "aku sibuk kuliah" "ga sempet nulis", semua penulis di dunia punya waktu yang sama dengan kalian.
- Jika kalian sudah mencintai sesuatu, kalian akan melakukan apapun untuk itu.

Selanjutnya, kak Bara memberi tantangan dengan konsep Strategi Tiga Kata. Botol, kacamata, dan bunga. Tiga kata yang dipilih peserta dan peserta harus membuat cerita singkat dari tiga kata tersebut. Tiga kata tersebut harus digambarkan semuanya, mempunyai peranan yang sangat penting dalam cerita. Kita di beri waktu 15 menit.. ayo menulis dan bercerita. 

Sekian hasil catatanku dari writing class dengan pembicara kak Bara. Keren banget acaranya! (:
Semoga bermanfaat....

21 September 2013

Rindu Sempurna



Untuk merindukan seseroang, kita hanya perlu seseorang untuk di rindu. Bayangkan saja orang tuamu. Bagaimana kamu tega melupakannya? Biarkan rindumu pada mereka mengalir begitu saja. Aku tidak pernah mengakui rinduku pada mereka. Aku bukan tipe orang yang akan mengaku, mereka tahu. Tidak hanya orang tuamu, sahabatmu, gurumu, siapapun itu, kamu akan mengingat dan merindukannya sesekali. 

Ah, bayangkan. Aku menulis hal di atas karena aku rindu banyak orang. Banyak orang dengan beribu hal yang beragam. Aku saja sampai bingung siapa saja mereka itu. Kamu tahu satu hal? Aku tidak pernah selalu ingin dilupakan. Bertanya ‘apa kabar?’ saja, itu sudah cukup bagiku.

Banyak hal yang terjadi hari ini. Ternyata aku menanti paketku, seorang temanku mengingatkan. Kabar datang lagi dari seseorang yang aku rindu dan sedikit takut telah aku lupakan.
‘Maafkan aku yang seperti melupakanmu.’
‘Aku masih mengingatmu.’
‘Masih merindukanmu.’
‘Terima kasih untuk kiriman istimewanya.’
Hal yang mengagetkan memang, karena tampaknya aku mulai menjauhkan diri dari beberapa orang. Aku tersenyum membayangkan wajah mereka sekarang. Aku teringat banyak hal, tapi aku sudah berjanji untuk tidak menangis lagi. Terlalu cengeng bukan kalau aku selalu menangis?

Hal lainnya? Ada satu film drama yang aku tonton hari ini. Setiap ada hal yang membuat sang aktris sedih, sang aktor akan mengatakan
‘Tidak apa-apa.’
 Semuanya akan baik-baik saja kemudian atau sang aktris lebih mudah mengungkapkan kesedihannya. Lucu sekali aku pikir, tapi belajar tidak hanya dari bangku sekolah bukan? 

Apa hubungannya semua ini? Aku mulai tidak mengerti, tapi aku suka menuliskannya. Sudah lama aku tidak menuangkan semua yang ada di pikiranku. Aneh saja, aku bisa menuliskan beberapa kata ini. Mungkin juga, aku sudah rindu dengan beberapa hal dan orang.

Rindu itu tentang jarak. Jarak yang membuat terbentuknya rasa rindu. Indah sekali Tuhan menciptakan rasa yang sungguh berharga ini. Kita patut bersyukur karenaNya.  Itu saja, cukup. 

Ah, rindu itu mulai terkuak sempurna.

25 Agustus 2013

Maaf, Curhat!

Selamat pagi, siang, sore, dan malam teman-teman yang baca blog ini. Terima kasih sudah mampir. Beberapa hari yang lalu, aku baru mulai ikutan proyek #AjakanMenulis dari follower twitter @Warung_Blogger. Proyek ini berjalan sampai tanggal 31 Agustus 2013.

Untuk topik kali ini, aku sama sekali gak ada ide apa yang mau ditulis. Tiba-tiba mentok aja, mungkin karena lagi sedih. Kenapa sedih? anggap saja ini hanya alasanku saja. Karena ini #AjakanMenulis apa saja, maka ini aja yang mau aku tulis. 

@reinypaulus: lagi bahagia aja, gak pernah tau. apalagi kalo lagi sedih. gimana tau kalo lagi butuh semangat? #mikirsemikirmikirnya terima kasih.

Tweet ini untuk seorang yang jauh sekali di sana. Semoga dia selalu baik dan tetap bahagia. Aku rasa, aku mulai marah dan agak sedikit kesal padanya. Itu saja.

24 Agustus 2013

#4 Kamu yang Tidak Tahu

***

Katamu, kamu menungguku. Aku memang datang terlambat, maafkan aku. Jam 8 lewat aku baru tiba dan aku sudah tidak bisa menemuimu lagi. Aku kebingungan saat itu, aku tidak bisa menemukanmu dan menghubungimu. Maafkan aku. Aku mencarimu di semua sudut stasiun. Aku tetap tidak menemukanmu. Aku duduk di ruang tunggu dan sempat menanyakan ke petugas stasiun, apa keretamu sudah datang. Ternyata tidak ada kereta dari kotamu pagi ini. Aku semakin bingung pagi itu, aku menuju sebuah warung dan memesan segelas teh dan memakan sebungkus roti. Memikirkanmu membuatku lupa sarapan. 

 "Jemput siapa mbak?" tanya si bapak penjual. 

"Temen cowok saya, pak. Dia bilang, keretanya tiba pagi. Ternyata gak ada," ujarku sambil mengingatmu. 

"Ciri-cirinya gimana mbak? Soalnya tadi ada mas-mas yang nunggu temennya jemput," tanya si bapak lagi.

"Hemm.. Dia tinggi, kulitnya sawo matang, pake kacamata, biasanya pake ransel juga pak," jelasku.

"Oh. Hampir mirip sih mbak. Tadi masnya bilang mau ke toilet. Tunggu sini aja, itu gelas tehnya masih ada," pinta si bapak sambil menunjuk ke sebuah gelas. Berdebar jantungku saat mendengar penjelasan bapak penjual.

Aku menantimu, menikmati teh dan rotiku. 5 menit berlalu.

"Pak, ini tehnya berapa ya? Sama roti juga tadi."

Tiba-tiba ada suara yang mengejutkanku, tapi aku seperti mengenal suara itu. Aku memalingkan wajahku dari jalanan ke sumber suara. Suaraku tercekat saat melihat siapa orang itu. Iko. Aku memandanginya saja, aku tidak bisa memanggilnya.

Mungkin merasa ada yang memandangimu, kamu menoleh ke arahku. Kamu tampak terkejut, tapi segera merubah ekspresimu lagi menjadi biasa saja. Aku bingung.

"Ya mbak? Kenapa? Kok ngeliatin saya terus dari tadi?" tanyamu. Aku langsung cemberut saat pertanyaan itu kamu lontarkan dan kamu langsung tertawa gembira dan memelukku.

"Maaf ya aku datengnya telat. Aku nyariin kamu terus dari tadi. Kamu gak ada dimana-mana," bisikku, masih dipeluknya.

"Iya, gak apa. Maafin aku juga yaa buat kamu nunggu lama," kamu.mendaratkan bibirmu di keningku. 

"Oh iya, aku harus pulang ke Jakarta siang ini juga. Aku gak bisa lama-lama menemuimu," katamu tampak kecewa dan menunjukkan tiket keretanya.

"Ha? Kok cepet? Oh iya, tadi kamu darimana sih? Kereta tadi pagi gak ada yang dari jakarta?" tanyaku mendesak.

"Aku ada urusan mendadak di kantor. Maaf yaa.. Aku dari Surabaya. Oh iya, aku lupa kasih tau kamu. Eh kita jalan yuk. Mau cari titipan mama," kamu menggandeng tanganku.

***

"Ini buat kamu," aku sodorkan kotak beludru warna merah itu padanya. Dia kaget dan bingung.

"Apa ini? Cincin?" kamu membukanya dan kaget.

"Iya. Aku mau ngelamar kamu jadi istri aku. Hahahaha," gelak tawamu pecah.

"Gak romantis banget sih kamu! Ehmm.. Aku selesai kuliah 1 tahun lagi nih. Kamu harus mau nunggu aku ya?" pintamu. Aku mengangguk.

"Makasih yaa.. Aku mau nunggu kamu. Sekarang kita makan dulu yuk, laper nih!!" kamu mencubit lenganku dan menggenggam kotak pemberian dariku. Aku tersenyum. Aku selalu merindukanmu. Senyummu terus menghiasi wajahmu hari itu. Terima kasih ya Tuhan. Aku tersenyum melihatmu.
***

Keretamu mulai meninggalkan kotaku. Beberapa jam saja aku bertemu denganmu, tapi aku lega. Kamu tidak akan pergi lagi. Sampai kapan pun, aku akan rindu. Terima kasih, kamu tidak pernah tahu. Aku selalu menunggumu.

***
Nina, terima kasih. Aku pulang dulu. Kamu tidak pernah tahu, aku selalu ada buat kamu.
 Pesan terkirim. Aku tersenyum, semoga kamu tidak apa-apa.

23 Agustus 2013

#3 Kamu yang Tidak Tahu

***

Pukul 6 pagi alarmku berbunyi. Aku terbangun, kaget. Aku beranjak dan bersiap-bersiap. Jam 7 kurang 15 menit aku sudah selesai. Beritaku sudah aku bawa bersamaan dengan catatan kuliahku. Waktunya berangkat dan menemui sang pujaan hati. Batinku.

Sepanjang perjalanan ke kampus, aku senang sekali. Terheran teman-teman melihatku hari ini. Aku tak menghiraukan mereka, aku lekas pergi ke tujuan selanjutnya setelah menyesaikan keperluan di kampus.

30 menit berlalu sejak pukul 7 pagi. Jogja macet sekali pagi ini. Entah apa yang terjadi, aku tak tahu. Aku hanya berharap aku tidak terlambat menemuimu. Pikiranku tentangmu memenuhi pikiranku. Aku terjebak lampu merah beberapa kali di keramaian pagi ini. Lampu merah berikutnya, aku ingin mengabarimu, handphoneku mati. Oh tidak! Bodoh sekali aku. 15 menit lagi. Motor di depanku, mengerem mendadak dan aku terjatuh. Beberapa orang menolong, membawaku menepi ke sebuah warung pinggir jalan. Aku sedikit kaget dan terburu-buru, ujarku pada orang yang bertanya. Aku tidak apa-apa, kakiku hanya agak kram karena tertimpa motor. 10 menit berlalu, aku teringat padamu.

***

Lelaki itu sudah menunggu. Dia tidak ada tujuan lain selain menunggu perempuan yang telah mendiami seluruh hatinya. Dia menikmati pagi itu dengan segelas teh hangat.

Sedangkan seorang perempuan di tempat lain, terburu-buru ingin menemui sang lelaki. Semoga tidak terlambat.

***

Bersambung.. (last episode)