20 Juli 2013

Aku dan Pulang



Hari itu, pagi mulai menyapa. Ingin aku segera menyapamu kembali. Tapi aku berpikir berulang kali dan hatiku berkata tidak. Semua berlalu begitu saja. Aku tidak nyaman. Aku tahu, sosokmu tidak pergi selamanya. Hanya sebentar. Ada sedikit keyakinan dengan penjelasanmu.
...
Hari ini menunjukkan tanggal 20 juli 2013. Mendekati hari H untuk pulang. Sudah rindu dengan suasana rumah puasa dirumah. Aku tahu. Berbeda. Tidak perlu diungkit kembali.
Seselesainya ujian terakhirku hari ini, aku melangkah keluar ruangan dengan satu harapan. Aku sudah melaksanakan semuanya dengan kemampuan yang kupunya, aku berharap semuanya mendapat hasil maksimal. Aku melangkah keluar ruangan dengan jeritan di dalam hati, aku lega. Sudah 9 hari aku menjalani ujian akhir semester (UAS) genap ini. Alhamdulillah. Berjalan cukup lancar.
Aku ingin cepat bergegas kembali ke kosan. Menyiapkan dan menata semua barang-barang dan keperluan yang akan dibawa pulang kerumah. Baju, oleh-oleh, dan, berbagai jenisnya. Serta membereskan kamar yang entah sebelumnya bisa disebut kamar atau tidak. Berantakan, tak beraturan. Semua ada dimana-mana. Tapi sekarang semua sudah berfungsi kembali dan berada di tempat yang semestinya, pikirku. Aku rindu.
...
Tanggal 6 juli 2013. Aku ingat kembali pagi itu. Tidak dengan menyapamu, aku menekan nomor handphone kakakku. Mengobrol dengan mama. Mengobrol beberapa hal yang semestinya sudah ada keputusan akhir. Akhirnya tersambung dan mengobrol panjang lebar dengan mama dan berujung dengan kepulanganku saat liburan, juga menuju hari raya. Dengan berdebat sana sini, diputuskan aku disuruh mencari tiket pulang hari itu juga. Selesai percakapan ditutup, bergegas aku mencari info dan menginfokannya ke kakakku untuk disampaikan ke mama. Berbagai pilihan yang aku pilih, akhirnya mendapat keputusan. Aku akan pulang kerumah.  Saat itu juga, aku disuruh memesan tiket. Bergegas mandi dan bersiap-siap. Berangkat ke agen tiket, tiket sudah ditangan. Pulang ke rumah.
...
Kemarin, 19 juli 2013, satu sahabatku berulang tahun. Dia tahu kalau kita tidak akan memberikan kejutan padanya. Aku bersama sahabat lain, diundang buka bersama dirumahnya. Sebenarnya bukan diundang, tapi kami minta diundang. Dia menawarkan kami untuk makan dirumahnya atau makan diluar, sontak kami menjawab dengan kompak, “Di rumah aja!”. Tidak hanya minta diundang, kami juga memesan makanan yang harus disediakan. Semur ayam, sambal tempe goreng teri, sambal terasi, tumis kangkung, kolak pisang, perkedel jagung, buah, sirup nata de coco rasa melon, dan kurma adalah menu yang tersedia. Itu menu yang kami pilih. Tertawa aku membayangkan saat sahabatku satu ini, Oggy, menyampaikan ke mamanya soal permintaan kami dan kaget saat semuanya tersedia di meja makan.
Sekarang aku bepikir, aku akan bertemu keluargaku dan berpisah dengan sahabat-sahabatku sementara saja. Kami tampaknya sudah punya rencana masing-masing. Mungkin  aku akan meminta mereka menceritakan liburan semester genap ini. Layaknya waktu disekolah dasar dulu. Menyenangkan. Berbagi. Itu saja tujuanku. Bukankah menyenangkan?
...
Aku masih bersenandung senang saat mendapat kabar darimu. Dirimu masih menjadi sosok yang berasal dari khayalanku. Aku masih dengan gembira menceritakan sosokmu, tapi aku malu. Semoga dirimu selalu bahagia. Aku juga akan tetap bahagia.
Kotaku adalah rumah, tempat aku pulang dan bahagia itu sederhana bukan?



Note:
Tema tulisan ini adalah sederhana. Hasil curhatan dengan sang abang gara-gara gak ada ide nulis. Setelah mentok gak ada ide, akhirnya beliau memberi tema ini dan akhirnya selesai juga.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar