4 Juli 2013

Senja!

Hai Senja!
Apa kabarmu disana?
Semoga baik-baik saja. Layaknya aku yang selalu mendoakan dan merindukanmu.

Senja. Apakah kamu merindukan aku juga?
Aku takut kamu melupakan aku.
Aku berharap kamu menyapanya, Senja.
Sudah lama kamu tidak menyapanya. Walau sejenak.
Apakah kamu nyaman senja?
Tanpa senyum dan tawaannya, kamu mulai berubah Senja.
Warnamu tak secerah dan menarik perhatianku.
Atau kamu melupakannya Senja?
Jangan pernah Senja. Aku mohon.
Sapalah. Dia selalu menantimu, Senja. Aku juga.
Aku selalu suka kedatangannya di pagi hari, Senja.
Dan aku selalu menantimu setelah dia mulai menghilang, Senja.
Aku tegaskan, Senja. Dia juga menantikanmu.
Saat dia mulai menghilang dan digantikan olehmu, dia merindukanmu.
Dia berharap bisa bersanding denganmu, Senja.
Senja, aku dan dia selalu menantikan dan merindukanmu.
Senja, semoga kamu selalu baik.
Senja, sapalah dia yang selalu menghilang karena kehadiranmu.
Untuk merindukanmu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar